Kontraindikasi diet untuk pasien dengan kelainan jalan lahir lunak

Jalan lahir lunak meliputi bagian bawah rahim, leher rahim, vagina dan vulva. Lesi pada jalan lahir lunak itu sendiri dapat menyebabkan persalinan terhambat, seperti halnya lesi di dalam dan di sekitar bagian lain dari saluran genital, tetapi yang pertama lebih sering terjadi. Persalinan yang sulit karena kelainan pada jalan lahir lunak jauh lebih jarang terjadi dibandingkan dengan kelainan pada jalan lahir bertulang dan oleh karena itu dapat diabaikan dan terlewatkan. Kelainan jalan lahir lunak adalah kelainan di mana pembukaan rahim, vagina, dan vulva keras dan tidak cukup diperpanjang, sehingga menyulitkan bayi untuk lewat. Sebagian besar kelainan jalan lahir lunak disebabkan oleh usia ibu yang sudah lanjut dan perkembangan fisik yang tidak normal, sehingga penting bagi wanita usia subur untuk memanfaatkan usia optimal untuk melahirkan dan melakukan pemeriksaan pra-konsepsi yang baik selama masa persiapan. Kelainan jalan lahir yang lunak juga dapat menyebabkan persalinan yang terhambat, sehingga pemeriksaan vagina pada awal kehamilan untuk memeriksa kondisi vulva, vagina, dan leher rahim, serta kelainan panggul lainnya, merupakan hal yang sangat penting secara klinis. Dianjurkan untuk mengonsumsi makanan cair, makanan yang kaya akan protein berkualitas baik, dan makanan yang kaya akan vitamin. Hindari makanan yang mudah menghasilkan gas; misalnya talas, kedelai, ubi jalar; makanan yang tidak mudah dicerna; misalnya kue beras, pangsit, biskuit beras; makanan yang pedas dan merangsang; misalnya cabai, paprika, jahe. Makanan berikut ini dianjurkan untuk dikurangi atau tidak: 1, ubi jalar Ubi jalar adalah makanan yang relatif mudah menghasilkan gas, mudah menyebabkan gerak peristaltik usus yang lambat, perut kembung, mempengaruhi penyerapan nutrisi, tidak kondusif untuk pemulihan pasien. Dianjurkan untuk makan makanan yang mudah dicerna dan tidak menghasilkan gas. Nasi adalah makanan yang sulit dicerna, yang dapat memperlambat gerak peristaltik usus dan membuat perut buncit, yang merugikan pemulihan pasien. Dianjurkan untuk makan makanan yang mudah dicerna. 3. Jahe Jahe adalah makanan yang merangsang yang dapat dengan mudah merangsang mukosa usus, menyebabkan penyumbatan dan pembengkakan, yang mempengaruhi penyerapan nutrisi dan tidak kondusif untuk pemulihan pasien. Dianjurkan untuk makan makanan yang mudah dicerna dan ringan.