Bagaimana cara memeriksa kelainan pada jalan lahir lunak?

Jalan lahir lunak meliputi bagian bawah rahim, leher rahim, vagina dan vulva. Lesi pada jalan lahir lunak itu sendiri dapat menyebabkan persalinan terhambat, seperti halnya lesi di dalam dan di sekitar bagian lain dari saluran genital, tetapi yang pertama lebih sering terjadi. Persalinan yang sulit karena kelainan pada jalan lahir lunak jauh lebih jarang terjadi dibandingkan dengan kelainan pada jalan lahir bertulang dan oleh karena itu mudah terlewatkan dan terlewatkan. Pemeriksaan vagina harus dilakukan secara rutin pada awal kehamilan untuk mendeteksi adanya kelainan pada saluran kelamin dan panggul. Karena kelainan pada jalan lahir yang lunak juga dapat menyebabkan persalinan terhambat, maka pemeriksaan vagina pada awal kehamilan sangat penting secara klinis untuk memahami kondisi vulva, vagina, dan leher rahim, serta kelainan panggul lainnya. Derajat dilatasi, ketebalan dan kekencangan pembukaan serviks (berdasarkan puncak kontraksi), keberadaan dan luasnya oedema pada serviks, serta apakah terdapat celah antara serviks dan kepala janin pada puncak kontraksi. Hal ini sangat membantu dalam menentukan jenis, sifat, dan tingkat persalinan yang terhambat. Arah jahitan sagital dan posisi ubun-ubun anterior dan posterior adalah yang terpenting. Perhatian khusus harus diberikan pada kemungkinan kesalahan identifikasi ubun-ubun anterior dan posterior dan jahitan sagital tidak dapat dirasakan dengan jelas ketika kepala janin mengalami edema yang parah dan ketika tumpang tindih tengkorak terlihat jelas. Selama tahap kedua persalinan, pemeriksaan vagina sebelum bantuan bedah sering digunakan untuk menentukan apakah orientasi daun telinga akurat. Hal ini sangat penting untuk diagnosis persalinan yang terhambat (termasuk menentukan apakah janin previa dapat melewati jalan lahir bertulang) dan untuk menentukan cara penatalaksanaan (persalinan dengan bantuan vagina atau bedah sesar), dan tidak memungkinkan terjadinya kesalahan yang signifikan. Dalam beberapa kasus, perlu dilakukan pemeriksaan dengan tangan lain pada perut wanita (pada simfisis pubis) untuk melihat apakah kepala janin telah melewati pintu masuk panggul, terutama pada kasus-kasus di mana kepala janin mengalami deformitas yang parah dan terkadang titik terendah kepala sudah terbuka. Namun, diameter biparietal masih tersangkut di atas pintu masuk panggul.