Pemeriksaan kelainan pada jalan lahir lunak – USG ginekologi

Kelainan pada jalan lahir lunak dapat didiagnosis dengan USG ginekologi, yang merupakan tes medis yang sering dilakukan pada pasien selama kunjungan mereka. Pemeriksaan ini banyak digunakan dalam bidang kebidanan dan kandungan, khususnya untuk diagnosis massa panggul, dan merupakan metode pilihan untuk pencitraan diagnostik. Rahim dan ovarium memiliki antarmuka akustik yang baik, yang terlihat jelas ketika lesi berkembang biak dan membesar, dan sebagian besar berisi cairan atau memiliki selubung. Persiapan untuk pemeriksaan: Minumlah banyak air sebelum pemeriksaan dan jangan buang air kecil agar kandung kemih terisi cukup untuk memperlihatkan uterus dan adneksa dengan baik. Sonogram normal uterus dan adneksa Tampilan memanjang uterus terletak di belakang kandung kemih. Rahim sedikit pipih di bagian anterior dan posterior serta memiliki struktur berbentuk buah pir terbalik dengan ujung kerucut mengarah ke bawah. Tubuh rahim adalah struktur homogen yang substansial dengan garis kontur yang halus dan bagian dalam yang homogen dengan titik-titik cahaya halus, yang terkadang memperlihatkan pita cahaya yang lebih reflektif di dalam rongga rahim. Pada wanita dewasa, rahim memiliki panjang sekitar 7-8 cm, lebar 4-5 cm, dan ketebalan dinding 2-3 cm. 2,5-3 cm leher rahim terlihat di bawah rahim. Ovarium normal berukuran sekitar 2,5 x 2 x 1 cm dan merupakan gambaran yang substansial dengan ekogenisitas internal yang samar dan bintik-bintik cahaya halus yang seragam. Sonogram patologis leiomioma uterus, karsinoma korpus uteri, karsinoma korioepitelial, kista ovarium, plasmacytoma ovarium, sistadenoma mukinosa ovarium, tumor substantif ganas pada ovarium, tumor substantif jinak pada ovarium. Persyaratan untuk pemeriksaan: Kandung kemih harus penuh. Minumlah 1000-1500 ml air (atau berbagai minuman) 1-2 jam sebelum datang ke rumah sakit. Jangan buang air kecil setelah minum agar kandung kemih cukup penuh untuk memudahkan pemeriksaan. Kelompok yang tidak cocok: Pemeriksaan non-invasif, tidak ada kelompok yang tidak cocok untuk saat ini. Normal: 1. Pengukuran diameter longitudinal uterus (diameter atas dan bawah): (1) Bagian yang diukur: bagian sagital uterus. Bagian simetris dari dasar rahim ke endoserviks, lapisan otot dan lapisan anterior dan posterior endometrium harus ditunjukkan dengan jelas. (2) Lokasi: Badan rahim: jarak antara tepi luar fundus uteri dan endoserviks. Leher rahim: jarak antara pembukaan serviks bagian dalam dan pembukaan serviks bagian luar. (3) Nilai normal: badan rahim 5,0-1,0 cm, leher rahim 2,5-3,0 cm. 2. Pengukuran diameter melintang badan rahim (diameter kanan dan kiri): (1) Bagian yang diukur: bagian koronal rahim. Rahim harus dipotong melintasi bagian tengah tubuh rahim dan diukur pada bagian oval terbesar (bukan pada bagian segitiga). (2) Posisi pengukuran: diameter kanan dan kiri maksimum melalui tubuh rahim. (3) Nilai normal: 4,3 tanah 0,73 cm. 3. Pengukuran diameter anterior-posterior rahim (juga mengukur jarak antara tepi luar dua lapisan endometrium sebelum dan sesudahnya): (1) Bagian yang diukur: bidang yang sama dengan pengukuran diameter memanjang rahim. (2) Posisi pengukuran: tegak lurus terhadap meridian longitudinal rahim, mengukur jarak anterior-posterior maksimum. (3) Nilai normal: 4,3 ¼ 0,9 cm Kelainan: fibroid uterus, karsinoma korpus uteri, karsinoma epitel vili korionik, kelainan jalan lahir lunak, kista ovarium, kistadenoma plasmatik ovarium, kistadenoma mukinosa ovarium, kista mukinosa ovarium, tumor substansif jinak pada ovarium, tumor substantif ganas pada ovarium.