Jalan lahir lunak meliputi bagian bawah rahim, leher rahim, vagina dan vulva. Lesi pada jalan lahir lunak itu sendiri dapat menyebabkan persalinan terhambat, seperti halnya lesi di dalam dan di sekitar bagian lain dari saluran genital, tetapi yang pertama lebih sering terjadi. Persalinan yang sulit karena kelainan pada jalan lahir lunak jauh lebih jarang terjadi dibandingkan dengan kelainan pada jalan lahir bertulang dan oleh karena itu dapat diabaikan dan terlewatkan. Kelainan jalan lahir lunak adalah kelainan di mana pembukaan rahim, vagina, dan vulva keras dan tidak cukup panjang, sehingga sulit dilalui bayi. Kelainan jalan lahir lunak sering kali disebabkan oleh usia ibu yang sudah lanjut dan perkembangan fisik yang tidak normal, sehingga untuk mencegah terjadinya kelainan jalan lahir lunak, wanita usia subur harus memanfaatkan usia optimal untuk melahirkan dan melakukan pemeriksaan pra-konsepsi selama persiapan kehamilan. Kelainan jalan lahir lunak juga dapat menyebabkan persalinan yang terhambat, sehingga pemeriksaan vagina selama awal kehamilan untuk memahami kondisi vulva, vagina dan serviks, serta kelainan panggul lainnya, memiliki arti klinis yang penting. Perawatan dan penanganan kelainan pada jalan lahir lunak: I. Kelainan pada vulva 1. Jika perineum keras atau terdapat bekas luka, perineotomi lateral harus dilakukan. 2, edema perineum, kompres basah dan panas terus menerus dengan 50% magnesium sulfat (kebanyakan digunakan pada periode prenatal dan postnatal). Tusuk kulit dengan desinfeksi untuk mengeluarkan cairan (kebanyakan digunakan sebelum atau selama persalinan); atau buat sayatan perineum lateral (hanya digunakan selama persalinan). Anomali vagina 1. Penyempitan bekas luka vagina Untuk penyempitan yang rendah, sayatan perineum lateral unilateral atau bilateral dapat dilakukan selama persalinan. Jika posisinya tinggi atau bekas lukanya besar, operasi caesar harus dilakukan. 2. Septum vagina bawaan Septum vagina longitudinal dapat dipotong setelah melahirkan. Jika diafragma rendah dan tipis, sayatan berbentuk “X” dapat dilakukan setelah melahirkan; jika tebal dan tinggi, operasi caesar harus dilakukan. Jika tumor atau kista ditemukan pada awal atau pertengahan kehamilan dan diperkirakan akan menghalangi turunnya kepala janin selama persalinan, maka tumor harus diangkat. Jika tumor ditemukan pada akhir kehamilan atau pada saat persalinan, operasi caesar harus dilakukan terlebih dahulu dan massa harus segera diangkat.