Memori adalah proses yang kompleks dan dinamis, dan pemahaman tentang mekanisme dasar pembelajaran dan memori telah diuntungkan dari studi tentang sistem saraf sederhana dari invertebrata yang lebih rendah, kelinci laut (aplysia). Memori adalah kemampuan untuk memproses, menyimpan, dan mengingat pesan dan berhubungan dengan pembelajaran dan persepsi. Proses memori meliputi proses input sensorik → memori sensorik → memori jangka pendek → memori jangka panjang → mengingat kembali pesan yang tersimpan. Memori jangka pendek melibatkan keseimbangan antara fosforilasi dan defosforilasi protein tertentu, sedangkan memori jangka panjang melibatkan sintesis protein baru di samping perubahan fosforilasi protein tertentu. Kerusakan pada bagian korteks serebral yang berbeda dapat menyebabkan berbagai jenis gangguan memori, misalnya, kerusakan pada hipokampus di lobus temporal terutama menyebabkan gangguan memori spasial, dan kerusakan pada area cetak biru dan amigdala terutama menyebabkan gangguan memori emosional. Gangguan memori adalah salah satu fungsi kognitif yang paling sering mengalami kerusakan setelah cedera otak, yang mengacu pada ketidakmampuan untuk mengenali kembali atau mengingat kembali materi yang diingat, atau manifestasi dari pengenalan kembali atau ingatan yang salah. Ini terutama mencakup bentuk-bentuk memori berikut: 1. Memori sementara: mengacu pada memori yang masih dapat menyimpan gambar sesaat dalam pikiran ketika rangsangan sensorik berhenti, dan ini adalah tahap pertama dari sistem memori, dan waktu retensi dihitung dalam milidetik, dan waktu terlama adalah 1-2 detik. Gangguan memori sesaat terkait dengan kerusakan sirkuit kortiko-kortikal. 2, memori jangka pendek: mengacu pada informasi yang dipertahankan dalam memori 1 menit, adalah memori sesaat dan memori jangka panjang pada tahap peralihan. Kapasitas memori jangka pendek rata-rata orang (rentang memori) adalah 7 ± 2 unit memori. Gangguan memori jangka pendek terkait dengan kerusakan kortikal prefrontal. 3 . Memori jangka panjang: Ini mengacu pada memori di mana informasi disimpan dalam pikiran selama lebih dari 1 menit, bahkan seumur hidup, dan merupakan tahap ketiga dari sistem memori. Sumber informasinya adalah konten yang diproses dari tahap memori jangka pendek, yang biasanya disimpan setelah diceritakan kembali. Informasi dari memori jangka panjang berada dalam keadaan laten saat tidak digunakan dan diekstraksi ke dalam memori jangka pendek saat dibutuhkan. Gangguan memori jangka panjang dikaitkan dengan kerusakan pada hipokampus dan struktur di sekitarnya. Gangguan memori dapat dinilai secara fungsional dengan skala memori atau skala kognitif, seperti Skala Memori Wechsler, MMSE, dll. Pelatihan gangguan memori: 1, metode membaca dengan suara keras: pembacaan berulang-ulang dari informasi yang perlu diingat, dalam pembacaan berikutnya, otak mengingat dan pembacaan yang konsisten dengan kesan grafis. 2, metode isyarat: menggunakan huruf pertama dari informasi aktif atau kata dan frasa pertama untuk mengingatkan memori. 3. Metode naratif: informasi yang harus diingat diintegrasikan ke dalam sebuah cerita, dan ketika pasien mengekspresikan alur cerita, informasi yang diingat terus menerus diceritakan, mendorong pasien untuk terlibat dalam pekerjaan yang diatur. 4. Metode impresi: menghasilkan gambar di otak pasien untuk membantu daya ingat. 5 . Menetapkan rutinitas untuk aktivitas kehidupan sehari-hari: misalnya waktu makan yang sama. 6 . Metode bantuan: Biarkan pasien menggunakan jurnal untuk mengisi formulir untuk mencatat jadwal kegiatan. Obat untuk meningkatkan daya ingat: sitarabin, tablet strychnine A, dan analgin, dll.