Bagaimana operasi tremor idiopatik ditangani

  Tremor idiopatik adalah bentuk tremor jinak yang berkembang secara perlahan-lahan pada sebagian besar pasien dan dapat dikontrol lebih baik dengan dosis obat tertentu. Pada sejumlah kecil pasien dengan gejala yang parah, terutama di satu sisi dan di mana pengobatan tidak efektif, penghancuran inti otak dalam (DBS) dapat dilakukan.  Deep Brain Stimulation (DBS), juga dikenal sebagai alat pacu jantung, menanamkan elektroda pada inti tertentu di otak untuk melepaskan stimulasi listrik frekuensi tinggi, yang menghambat impuls listrik neuron yang terlalu bersemangat dan mengurangi keadaan hipereksitasi, sehingga mengurangi gejala tremor idiopatik. Perawatan ini meringankan gejala utama tremor idiopatik: tremor pada tangan, kepala atau tungkai bawah, dll. Alat pacu jantung adalah perangkat mikroelektronik ringkas yang terdiri dari generator denyut nadi, elektroda, dan kabel ekstensi, yang semuanya ditanamkan di dalam tubuh. Komponen yang ditanamkan tidak mengganggu kehidupan sehari-hari pasien.  Teknik DBS memiliki keunggulan yang luar biasa dibandingkan dengan penghancuran gugus saraf. Pertama, DBS dapat dibalik dan disesuaikan. Derajat dan luasnya kelumpuhan gugus saraf dapat disesuaikan dengan mengatur arus, voltase, frekuensi, dan posisi elektroda di otak bagian dalam. Derajat dan jangkauan kelumpuhan gugus saraf dapat disesuaikan dengan mengatur arus, voltase, frekuensi dan posisi elektroda. Hal ini dapat disesuaikan dalam jangka waktu yang lama pasca operasi seiring dengan perubahan kondisi, sehingga memungkinkan kontrol jangka panjang terhadap gejala tremor idiopatik yang terus berkembang.  Kedua, DBS dapat dialami. Setelah implantasi bedah, elektroda dapat distimulasi sementara untuk memungkinkan pasien beradaptasi, mengalami dan mengamati sebelum memutuskan lokasi akhir dan optimal untuk implantasi.  Sekali lagi, DBS bersifat pengembangan. Dengan mempertahankan fungsi neurologis dari jaringan otak normal, pembedahan ini menciptakan kondisi untuk pendekatan baru yang akan dikembangkan, sehingga menjaga hak pasien untuk mendapatkan kehidupan dan harapan baru. Terakhir, DBS bersifat bilateral. Operasi ini dapat mencapai kontrol gejala yang efektif pada pasien dengan tremor idiopatik bilateral, sedangkan penghancuran pallidum bilateral atau talamus rentan terhadap komplikasi yang serius. Hal ini, dikombinasikan dengan fakta bahwa DBS memiliki sedikit efek samping, merupakan alasan penting untuk penerimaan pasien. Karena keunggulan ini, hanya sedikit orang di negara maju seperti Amerika Serikat, Kanada dan Eropa yang mengalami gangguan.