Implan rumah siput dan cara memulihkan diri setelah operasi

Pasien, orang tua dan guru anak tunarungu harus disadarkan akan pentingnya rehabilitasi pendengaran dan bahasa pasca operasi implan rumah siput, terutama dalam mempersiapkan anak dengan tuli pra-bicara, untuk menjalani rehabilitasi pasca operasi, serta pemilihan lokasi rehabilitasi. Rehabilitasi pra-operasi harus disesuaikan dengan usia dan tingkat pendengaran serta bahasa anak, dan harus fokus pada pengembangan kesadaran pendengaran dan pemahaman tentang definisi konsep, untuk mempersiapkan anak untuk memulai dan rehabilitasi pasca operasi. “Metode Pelatihan Lisan Auditori” adalah sebuah pedoman yang logis dan ketat. Untuk anak-anak dengan implan rumah siput, metode ini merupakan sebuah alat pelatihan yang menggunakan sinyal dari implan rumah siput untuk memaksimalkan perkembangan pendengaran, dan kemudian mengembangkan bahasa lisan, sehingga dapat menciptakan lingkungan yang terbaik bagi anak. Pelatihan bicara melalui pendengaran untuk anak tunarungu harus sesuai dengan aturan perkembangan bahasa anak, dan harus dilakukan secara bertahap, dari yang dangkal sampai yang mendalam, sesuai dengan ‘usia pendengaran’ anak. Hal ini dibagi menjadi tiga tahap: tahap pelatihan pendengaran, tahap akumulasi kosa kata dan tahap pelatihan bahasa. Tahap pelatihan pendengaran melibatkan penggunaan sisa pendengaran anak tunarungu untuk mendengarkan berbagai suara, membangkitkan “kondisi tidak aktif” anak, dan memberikan stimulasi yang sering, pelatihan berulang dan penguatan sehingga anak tunarungu secara bertahap beradaptasi dengan suara sehari-hari dan memasuki masyarakat yang dapat mendengar; 2. Tahap pelatihan bahasa. Tahap pelatihan bahasa didasarkan pada akumulasi kosakata, melatih anak tunarungu untuk berbicara lebih sering, dari satu kata ke kalimat pendek, dari yang sederhana ke yang rumit, dari sedikit ke banyak, sehingga mereka secara bertahap dapat memahami bahasa orang lain, sehingga orang lain dapat memahami bahasa mereka sendiri. Rehabilitasi implan rumah siput harus dilaksanakan di bawah bimbingan profesional, dan layanan yang melakukan bimbingan rehabilitasi profesional menyediakan model pelatihan rehabilitasi yang tepat untuk anak-anak dan keluarga tuna rungu.