Inkontinensia urin stres pada wanita dengan suspensi uretra bebas ketegangan

Stress urinary incontinence (SUI) adalah peningkatan tekanan intra-abdomen secara tiba-tiba, seperti batuk, bersin, tertawa, atau keluarnya air kemih tanpa disengaja saat melakukan aktivitas fisik, yang sering kali menimbulkan berbagai masalah sosial dan psikologis bagi pasien dan merupakan kondisi yang umum terjadi pada wanita yang lebih tua. Insiden inkontinensia urin pada wanita pasca-menopause adalah 17,1%, mencakup lebih dari 50% dari keseluruhan insiden. Kondisi ini tidak secara langsung mengancam jiwa, tetapi mengurangi kualitas hidup pasien. Penyebab inkontinensia stres pada wanita adalah perubahan anatomi dan posisi dasar panggul, yaitu cacat pada fungsi sfingter internal dan mobilitas uretra yang tinggi. Dari segi usia, pasien muda dan dewasa muda lebih mungkin mengalami displasia dasar panggul bawaan; pasien paruh baya lebih mungkin mengalami kelemahan otot dasar panggul dan vagina akibat malnutrisi, penyakit, atau persalinan berulang; dan pasien lanjut usia lebih mungkin mengalami atrofi otot dasar panggul akibat kehilangan estrogen. Wanita dengan inkontinensia stres sering mengalami komplikasi serius seperti tonjolan kandung kemih, prolaps vagina dan rahim. Suspensi uretra bebas tegang kini merupakan jenis prosedur invasif minimal yang baru untuk pengobatan SUI wanita. Yang paling representatif adalah suspensi bebas tensi transvaginal (TVT), yang dilakukan dengan mengangkat uretra dari dinding vagina anterior di bawah mukosa yang setara dengan pertengahan uretra melalui selempang polipropilena untuk memperkuat sfingter uretra tengah, dan saat ini merupakan pengobatan utama untuk inkontinensia urin karena stres pada wanita. TVT-O adalah versi modifikasi dari prosedur ini, yang lebih minimal invasif, lebih mudah dan lebih aman. Panduan kesehatan pasca operasi: Untuk memperkuat latihan fungsional otot dasar panggul. Latihan dasar panggul meningkatkan kontraksi otot-otot dasar panggul, sehingga meningkatkan fungsi sfingter uretra. Latihan ini dilakukan dengan mengontraksikan otot-otot rektum dan perineum secara sadar. Fokuslah pada bagian bawah panggul, kontraksikan otot-otot dasar panggul dan kemudian rilekskan, berulang-ulang sebanyak 20 hingga 30 kali, tiga kali sehari. Penting juga untuk mencoba buang air kecil setelah kandung kemih penuh untuk memaksimalkan kapasitas kandung kemih. Hindari jongkok dalam waktu lama, berdiri dalam waktu lama, olahraga berat, mengangkat beban berat dan hubungan seksual setidaknya selama 1 bulan setelah operasi. Makanlah makanan yang kaya protein, vitamin, serat dan makanan yang mudah dicerna untuk mencegah konstipasi dan menghindari tekanan berlebihan pada jaringan dasar panggul.