Migrain juga dikenal secara klinis sebagai migrain, dinamakan demikian karena sering terjadi pada sisi lateral kepala. Hal ini terutama bermanifestasi sebagai sakit kepala berdenyut unilateral atau bilateral yang parah, dan juga dapat bermanifestasi sebagai rasa sakit yang berdenyut dari satu saraf ke saraf lainnya. Ada banyak pemicu migrain, seperti kelelahan, begadang, fisiologi wanita, perubahan suasana hati, dan konsumsi cokelat, keju, daging yang diawetkan, dan acar. Ketika penderita migrain mengalami nyeri berdenyut pada satu saraf, jika gejalanya ringan dan masih dalam batas toleransi, maka dapat diatasi dengan mengendurkan otot dan beristirahat dengan benar. Jika bantuan tidak pernah tercapai, atau bahkan jika tingkat nyeri mempengaruhi kehidupan sehari-hari, NSAID seperti aspirin, naproxen, ibuprofen dan diklofenak dapat menjadi pilihan. Jika pengobatan tidak efektif, perhatian medis yang cepat dapat dicari untuk penggunaan obat terapeutik khusus untuk migrain, seperti preparat ergot dan opioid. Namun, karena obat ini memiliki efek samping yang relatif berat, pasien tidak disarankan untuk mengonsumsinya secara membabi buta untuk menghindari konsekuensi yang merugikan. Selain itu, pasien dengan migrain yang mengalami nyeri berdenyut pada satu saraf mungkin tidak disebabkan oleh migrain saja, tetapi oleh neuralgia yang menyertainya. Sebagai contoh, neuritis yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus dapat merangsang saraf di kepala untuk menghasilkan rasa sakit yang berdenyut atau menusuk, dan pada kasus yang parah, dapat timbul rasa seperti disayat-sayat, seperti pisau, atau seperti tersengat listrik. Pengobatan anti-virus, seperti penggunaan pregabalin dan gabapentin, biasanya diperlukan untuk membantu memperbaiki gejala sakit kepala. Pasien yang mengalami migrain berulang dan saraf yang berpindah dari satu saraf ke saraf lainnya disarankan untuk pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan segera guna mengidentifikasi penyebab dan mengobati gejalanya. Perhatikan rutinitas harian yang teratur, dan makanlah makanan yang ringan dan mudah dicerna untuk mengurangi iritasi dan menghindari pemicu sakit kepala lagi.