“Migrain” yang membuat Anda sakit kepala

  Apa yang dimaksud dengan migrain? Apakah sakit kepala benar-benar bukan penyakit?  Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak hanya mendengar tentang, tetapi juga mengalami sendiri migrain, yang mungkin tampak seperti penyakit yang umum dan bahkan diabaikan sebagai bukan penyakit, tetapi pada kenyataannya migrain bukanlah sakit kepala biasa, tetapi pada dasarnya adalah kelainan pada fungsi otak yang dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut di luar sakit kepala.  Migrain adalah sakit kepala primer dan penyakit neurovaskular episodik kronis yang umum terjadi, paling sering dimulai pada masa kanak-kanak dan remaja, dengan puncak kejadian pada usia paruh baya. Tingkat prevalensinya adalah 5 hingga 10 persen, dan sering kali memiliki latar belakang genetik. Insiden migrain meningkat dari tahun ke tahun, dan menjadi semakin penting bagi masyarakat untuk mengetahui bahwa migrain yang sulit diatasi menjadi ancaman bagi kesehatan fisik dan mental masyarakat modern.  Apa saja ciri-ciri migrain?  1. Serangan migrain ditandai dengan mual, muntah, takut terhadap cahaya dan kebisingan; 2. Penderita migrain yang tidak dapat disembuhkan memiliki rasa sakit yang sangat hebat; 3. Migrain akan memiliki area nyeri yang pasti, baik kiri atau kanan, seperti area orbital, seperti area telinga-temporal, seperti area oksipital; 4. Migrain memiliki interval yang berbeda, yang sangat parah saat menyerang, tetapi seperti normal saat tidak menyerang.  Apa saja bahaya migrain?  Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa penderita migrain memiliki risiko lebih tinggi terkena stroke iskemik, angina tidak stabil, serangan iskemik transien, dan penyakit jantung koroner dibandingkan mereka yang tidak mengalami migrain, dan mereka yang mengalami migrain dengan aura memiliki risiko lebih tinggi terkena stroke. Selain itu, bahkan pada penderita migrain yang berusia muda tanpa faktor risiko penyakit serebrovaskular seperti hipertensi, hiperlipidemia, dan hiperglikemia, kejadian lesi materi putih subklinis dan infark serebral tanpa gejala pada sirkulasi posterior lebih tinggi dibandingkan dengan penderita migrain yang tidak mengalami migrain. Serangan migrain berulang juga dapat menyebabkan penurunan kognitif, terutama dalam kemampuan berbahasa. Selain itu, kejadian depresi dan depresi dengan kecemasan juga lebih tinggi pada wanita dengan migrain dengan aura dibandingkan dengan populasi normal.  Bagaimana cara penanganan migrain?  Migrain dikenal sebagai penyakit kronis, alasan mengapa disebut kronis adalah karena tidak mudah disembuhkan dalam jangka waktu yang lama, sehingga migrain dapat dikatakan “tidak dapat disembuhkan”, tetapi ada obat untuk migrain. Beberapa penderita migrain bertanya apa cara tercepat untuk mengobati migrain, tetapi pertanyaan ini tidak dapat digeneralisasi.  Beberapa migrain ringan dapat ditangani dengan obat atau metode lain, tetapi untuk migrain yang sulit diatasi, metode ini sering kali tidak efektif.  Telah ditemukan bahwa migrain disebabkan oleh kompresi saraf oleh pembuluh darah atau jaringan lain di lokasi lesi dan pelepasan pemancar penyebab nyeri oleh saraf. Dekompresi saraf mikroskopis adalah pengobatan yang sangat cepat, aman dan efektif untuk migrain yang sulit diatasi.  Bagaimana cara mencegah migrain setiap hari?  Pertama, pastikan jumlah tidur yang cukup dan hindari ketegangan, kecemasan, kekhawatiran dan depresi; kedua, hindari pola makan yang tidak teratur atau makanan yang cenderung memicu sakit kepala seperti keju, cokelat dan anggur; hindari obat-obatan tertentu seperti kafein; ketiga, olahraga secara teratur sangat baik untuk mengurangi serangan sakit kepala; keempat, hindari rangsangan suara dan cahaya seperti cahaya terang, kilatan cahaya dan rangsangan visual lainnya.