Apakah baik atau buruk untuk mengalami demam ketika Anda sedang flu?

       Orang tua paling takut anaknya demam, karena takut akan menjadi pneumonia atau ensefalitis, jadi ketika mereka melihat anaknya demam, mereka panik dan ingin segera menurunkannya. Jadi, apakah demam ketika Anda mengalami flu merupakan hal yang baik atau buruk?       Demam adalah respons fisiologis normal dari sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi asing, dan sangat bermanfaat dalam membunuh virus atau bakteri yang menyerang tubuh.      Demam itu sendiri tidak menyebabkan pneumonia atau ensefalitis, hanya invasi virus atau bakteri ke dalam paru-paru atau otak yang dapat menyebabkan pneumonia atau ensefalitis. Jika Anda terburu-buru menurunkan suhu dan menurunkan imunitas tubuh, malah akan memudahkan virus atau bakteri menyerang saluran pernapasan bagian bawah, yaitu saluran udara dan paru-paru.       Tentu saja, tidak apa-apa untuk mendinginkan anak yang suhunya terlalu tinggi, hanya saja jangan terlalu takut dengan demamnya.      Anak-anak lain rentan terhadap kejang-kejang (yaitu, kejang) ketika suhu terlalu tinggi, dan itu membutuhkan pendinginan segera. Jika anak Anda belum pernah mengalami kejang demam, maka kemungkinan terjadinya kejang demam akan jauh lebih kecil seiring dengan bertambahnya usia mereka.      Jika Anda hanya ingin menurunkan suhu tubuh, ada dua jenis obat yang tersedia dari pengobatan Barat: “obat flu” dan hormon. Yang pertama memiliki efek samping yang lebih sedikit. Namun, tidak peduli yang mana yang digunakan, itu hanya merupakan gejala tetapi bukan obat. Jadi, suhu akan naik lagi setelah beberapa jam pendinginan. Dalam pengobatan Tiongkok, pengobatan demam tidak hanya berfokus pada pengurangan demam, tetapi pada penyembuhan penyakit.