Tenofovir disoproxil fumarat (TDF) telah terbukti memiliki kemanjuran jangka panjang dan ambang batas resistensi yang tinggi pada berbagai populasi hepatitis B kronis (CHB) di luar Cina. Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam J Viral Hepat bertujuan untuk menilai kemanjuran dan keamanan TDF pada populasi CHB di Cina melalui 48 minggu pengobatan dan membandingkannya dengan adefovir (ADV). Metode Para peneliti melakukan uji coba terkontrol fase 3, multisenter, acak, tersamar ganda, yang membandingkan kemanjuran dan keamanan TDF dan ADV pada pasien Cina dengan CHB. Indikator titik akhir utama adalah proporsi pasien dengan DNA HBV <400 kopi/mL pada setiap kelompok pengobatan pada 48 minggu, yang dianalisis untuk superioritas menggunakan uji Z UNPOOLED. Titik akhir sekunder termasuk penekanan virus, respons serologis, perbaikan histologis, normalisasi kadar alanine aminotransferase (ALT) dan munculnya mutasi resistensi. Temuan Sebanyak 509 pasien dianalisis, 202 di antaranya hepatitis B e antigen (HBeAg) positif dan 307 HBeAg-negatif, dengan DNA HBV ≥105 kopi/mL, dan diobati dengan TDF 300 mg od atau ADV 10 mg od, masing-masing pada 48 minggu, dibandingkan dengan kelompok ADV, kelompok TDF positif HBeAg (76,7 persen: 18,2 persen, P<0,0001< span="">) dan HBeAg-negatif (96,8 persen: 71,2 persen, P<0,0001< span="">) memiliki penekanan virus yang lebih unggul. Normalisasi ALT dicapai pada sebagian besar pasien di kedua kelompok pengobatan (>85%). tidak ada resistensi terhadap pengobatan TDF yang terlihat. Angka kejadian yang merugikan sebanding pada kedua kelompok (TDF 3,9%: ADV 4,8%). Kesimpulan Dalam uji klinis double-blind, acak, tersamar ini, TDF memberikan penekanan virologi yang secara signifikan lebih baik daripada ADV pada pasien Cina dengan CHB selama 48 minggu pengobatan, tanpa perkembangan resistensi obat.