Apa makanan terbaik untuk pasien kanker payudara?

  Kanker payudara adalah keganasan wanita yang paling umum di dunia dan ada sekitar 13.500 kasus baru kanker payudara di Tiongkok setiap tahun. Insiden kanker payudara pada wanita meningkat seiring dengan meningkatnya standar hidup. Selain pengobatan komprehensif yang ilmiah, tepat waktu dan masuk akal, promosi nafsu makan dan penguatan penyerapan nutrisi juga memainkan peran penting dalam pemulihan pasien kanker payudara.  Kacang-kacangan: Peningkatan proporsi protein kacang-kacangan dalam kandungan protein total makanan dapat mengurangi kejadian kanker payudara pada wanita. Insiden kanker payudara di antara orang Asia yang menyukai kacang-kacangan hanya 1/3 hingga 1/2 dari orang Eropa. Kurma: Mengandung sejumlah besar siklik adenosin monofosfat dan kaya akan vitamin dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.  Sayuran: Kembang kol, adas, bayam, melon musim dingin, kubis, wortel, dan tomat mengandung sejumlah besar karotenoid yang dapat menghambat dan membunuh sel kanker, yang secara signifikan dapat mengurangi kejadian kanker payudara pada wanita pra-menopause.  Minyak nabati: Minyak kacang tanah dan minyak jagung mengandung asam lemak tak jenuh tingkat tinggi, yang melindungi wanita pra-menopause dari kanker payudara.  Teh hijau : Mengandung senyawa terhidroksilasi yang memiliki efek pencegahan farmakologis pada tumor.  Penting juga untuk mengurangi asupan makanan berlemak dan berkalori tinggi dalam makanan sehari-hari. Wanita yang makan banyak daging lebih cenderung menambah berat badan. Penelitian menunjukkan bahwa risiko relatif kanker payudara meningkat pada wanita paruh baya yang mengonsumsi terlalu banyak lemak, terutama setelah menopause. Pada wanita berusia sekitar 60 tahun, risiko kanker payudara meningkat 80% untuk setiap kenaikan 10 kg berat badan. Penting juga bagi wanita untuk mengurangi minum alkohol karena dapat meningkatkan kadar hormon steroid seks pada wanita pra-menopause, yang dapat menyebabkan kanker payudara.