Seperti halnya penyakit lain, deteksi dini merupakan prasyarat untuk prognosis kanker payudara yang baik. Gejala pertama kanker payudara adalah benjolan payudara (nodul atau benjolan), yang mungkin disertai dengan lesung pipit pada kulit payudara (tanda lesung pipit) dan, dalam beberapa kasus, keluarnya cairan dari puting susu, nyeri payudara dan, dalam beberapa kasus, payudara menjadi merah dan mengeras. Dalam beberapa kasus, mungkin tidak ada gejala klinis, jadi bagaimana kanker payudara dapat dideteksi pada stadium dini? Partisipasi aktif dalam skrining kanker payudara dan pemeriksaan payudara secara teratur merupakan metode yang efektif untuk diagnosis dini. Pemeriksaan payudara sendiri: Penting untuk meningkatkan kesadaran akan pencegahan kanker dan pemeriksaan payudara sendiri secara teratur untuk mendeteksi kelainan payudara tepat waktu dan mengunjungi spesialis payudara. Dianjurkan agar wanita dewasa melakukan pemeriksaan payudara sendiri 7-14 hari setelah setiap periode menstruasi. Pemeriksaan pencitraan: Mamografi adalah salah satu cara utama deteksi dini kanker payudara dan harus dilakukan setiap 1 hingga 1,5 tahun untuk wanita berusia di atas 40 tahun, atau sedini usia 35 tahun bagi mereka yang berisiko tinggi. Ultrasonografi dapat mendeteksi nodul kecil di bawah 1 cm yang tidak dapat dijangkau dengan palpasi dan terkadang lebih sensitif daripada sinar-X, terutama pada orang muda dengan jaringan kelenjar yang padat. Kedua jenis pencitraan ini memiliki kelebihan dan kekurangannya, dan keduanya bisa saling melengkapi. Sebaliknya, pencitraan resonansi magnetik payudara dapat digunakan sebagai tes pelengkap untuk sejumlah kecil pasien. Duktoskopi payudara: Tes ini cocok untuk pasien dengan keluarnya cairan dari puting susu. Diagnosis patologis: Diagnosis patologis adalah “standar emas” dalam diagnosis kanker payudara. Metode diagnosis yang paling langsung, sederhana, tidak terlalu invasif dan sangat konfirmatoris adalah biopsi aspirasi jarum berongga (CNB), yang telah lama menjadi metode rutin dan standar yang direkomendasikan oleh para ahli kanker payudara internasional. Penggunaan biopsi patologi beku cepat untuk eksisi bedah menjadi semakin jarang.