Penyakit jantung bawaan terutama disebabkan oleh gangguan perkembangan jantung selama masa janin (yaitu, periode sebelum kelahiran di dalam tubuh ibu). Penyebab gangguan perkembangan jantung ini mungkin terkait dengan faktor genetik dan lingkungan. Faktor genetik meliputi mutasi genetik, kelainan kromosom dan cacat metabolik bawaan; faktor lingkungan meliputi ibu yang menderita pilek, seperti infeksi virus rubella dan virus coxsackie, diabetes, kecanduan alkohol, paparan radiasi, obat-obatan teratogenik, hipoksia pada ketinggian dan usia ibu hamil pada saat trimester ketiga kehamilan. Insiden penyakit jantung bawaan pada anak-anak adalah sekitar 7 per 1.000 di Tiongkok dan merupakan salah satu faktor terpenting yang memengaruhi kesehatan anak-anak. Tingkat keparahan penyakit jantung bawaan pada anak-anak terutama terkait dengan berbagai kelainan jantung yang berbeda. Kasus yang parah dapat menyebabkan kematian saat lahir, dan sebagian besar dari mereka semakin memburuk seiring bertambahnya usia, dan mungkin kehilangan kesempatan untuk diobati, yang menyebabkan kematian. Faktanya, banyak penyakit jantung bawaan yang berpotensi dapat disembuhkan sepenuhnya jika terdeteksi sejak dini. Hal ini menunjukkan pentingnya deteksi dini dan penanganan penyakit jantung bawaan pada anak. Bagaimana penyakit jantung bawaan pada anak dapat dideteksi sejak dini? Berikut ini adalah beberapa tanda umum penyakit jantung bawaan pada anak. 1. Sianosis Sianosis umumnya terlihat pada kulit pipi, bibir, ekstremitas, dan kuku jari tangan dan kaki, dan dapat muncul setelah lahir, atau muncul saat menangis atau bergerak, atau muncul dan memburuk seiring bertambahnya usia. 2. Kesulitan bernapas Bernapas secara signifikan lebih cepat dan lebih berat dan tidak dapat bergerak dengan kuat. Pada kasus yang parah, terdapat sesak napas saat diam, atau saat berbaring, yang akan hilang saat duduk. Meskipun bayi lapar dan sangat ingin menyusu, ia mungkin mengalami kesulitan bernapas dan menghentikan proses menyusu sebelum ASI-nya habis, sehingga mudah tersedak. 3. Pertumbuhan dan perkembangan yang tertunda Pertumbuhan dan perkembangan jantung bisa normal pada kasus kelainan bentuk yang ringan, tetapi pada kasus kelainan bentuk yang parah, pertumbuhan dan perkembangan bisa tertunda, dengan tinggi dan berat badan yang tertinggal dari anak-anak normal. 4, stamina aktivitas yang buruk Stamina aktivitas berhubungan dengan tingkat keparahan penyakit, semakin ringan aktivitas yang tidak terlalu berat dibandingkan stamina anak normal, semakin berat aktivitas fisik yang sedikit akan merasa kelelahan, tidak dapat berpartisipasi dalam kegiatan olahraga. 5. Rentan terkena pilek dan pneumonia Infeksi saluran pernafasan berulang dan pneumonia tidak mudah disembuhkan dan durasi penyakitnya relatif lama. Sering batuk, pilek, bahkan sesak napas, hemoptisis, dll. 6. Jongkok Beberapa anak dengan penyakit jantung bawaan sianotik suka berjongkok di tanah untuk sementara waktu dan berdiri setelah merasa lelah saat beraktivitas. Bayi yang belum bisa berjalan mungkin lebih suka berbaring miring dengan tungkai tertekuk. 7. Jari-jari seperti alu, juga dikenal sebagai jari paha. Pada anak-anak dengan penyakit jantung bawaan sianotik, jari tangan dan kaki mengalami kelainan bentuk dan ujung-ujungnya melebar dan menebal seperti paha. 8. Keringat berlebih dan oedema Karena adanya insufisiensi jantung, mudah berkeringat dan bahkan terjadi oedema tungkai bawah dan oedema perineum. Manifestasi penyakit jantung bawaan pada anak-anak bervariasi. Begitu dicurigai adanya kemungkinan penyakit jantung bawaan, pasien harus segera memeriksakan diri ke rumah sakit, yang umumnya dapat ditentukan melalui pemeriksaan ultrasonografi jantung berwarna. Pilihan pengobatan saat ini untuk penyakit jantung bawaan adalah pembedahan (terbuka) dan intervensi (tidak terbuka). Dokter akan menggunakan metode penanganan yang tepat, tergantung pada kondisi spesifiknya. Dengan deteksi dini dan pengobatan, sebagian besar pasien dengan penyakit jantung bawaan dapat disembuhkan sepenuhnya.