Sebuah survei menunjukkan bahwa sekitar 75% orang lajang di daratan Tiongkok berada dalam suasana hati yang buruk, 22,2% dari mereka merasa kesepian dan terisolasi, 30% merasa cemas, lelah, tertekan, dan frustrasi, dan 13,9% kurang berminat pada hal-hal di sekitar mereka; kehidupan, tekanan pernikahan, beban psikologis, dan penindasan seksual telah menjadi pembunuh potensial yang mengancam kesehatan mereka. Dengan meningkatnya jumlah wanita lajang yang lebih tua dan meningkatnya tingkat perceraian, jumlah wanita lajang yang menderita kanker payudara juga meningkat karena insiden kanker payudara meningkat dari tahun ke tahun. Tekanan pada perempuan lajang dengan kanker payudara sangat berbeda dengan perempuan yang tidak lajang, yang menyebabkan perbedaan dalam kepatuhan, status pengobatan dan prognosis. Hal ini telah menyebabkan perbedaan dalam kepatuhan, status pengobatan dan prognosis, yang harus menjadi perhatian para dokter dan masyarakat luas. Bagaimana seorang wanita lajang yang menderita kanker payudara dapat melepaskan stresnya? Siapa yang memberinya dukungan? Kekuatan cinta kasih tidak terlihat, sangat besar dan tak terukur. Siapa yang memberinya “cinta”? Dari mana dia akan menerimanya? Apa yang harus dilakukan masyarakat? Inilah pertanyaan-pertanyaan yang perlu kita jelajahi. Begitu seorang wanita lajang menderita kanker payudara, tekanannya terlalu besar. Dokter harus memberikan waktu yang cukup untuk memungkinkan terjadinya iterasi, pertimbangan yang cermat dan meyakinkan, dan harus memperlakukannya secara individual. Orang tua, saudara kandung, keluarga, dan teman-temannya juga harus memberikan cinta kasih yang cukup kuat untuk mendukungnya sehingga dia dapat menghilangkan kekhawatirannya dan bersikap positif terhadap pengobatannya. Terlepas dari apa yang dipikirkan sebagian orang, wanita lajang telah lama terbiasa hidup dengan cara yang hanya disetujui oleh sedikit orang. Wanita lajang juga iri dengan keluarga beranggotakan tiga orang dan pasangan yang bergandengan tangan, hanya saja kebanyakan wanita lajang melewatkan kesempatan itu atau memiliki alasan lain untuk melakukannya. Saran: Wanita lajang biasanya harus memperhatikan perawatan diri, secara aktif mengatasi stres, belajar mengatur diri sendiri, mempertahankan kondisi psikologis yang baik, menetapkan pandangan hidup dan nilai-nilai yang benar, dan fokus pada pencegahan. Jika sakit, belajarlah untuk menghadapinya secara positif dan tidak melarikan diri. Mengapa orang hidup? Tentang apakah hidup ini? Wanita lajang penderita kanker payudara berada di bawah tekanan yang terlalu besar untuk diabaikan!