Pasien kanker payudara umumnya lemah, jadi selama kemoterapi, mereka harus meningkatkan asupan protein dan gula dengan tepat, dan makan lebih sedikit makanan berlemak tinggi dan berkolesterol tinggi, terutama untuk memastikan asupan protein, dan makan lebih banyak daging babi tanpa lemak, daging sapi, ayam atau ikan, dll. Selama kemoterapi, perlu meningkatkan asupan protein dan gula secara tepat, dan mengurangi asupan makanan tinggi lemak dan kolesterol tinggi, terutama untuk memastikan asupan protein, seperti daging babi tanpa lemak, daging sapi, ayam atau ikan. Pola makan harus beragam, dengan keseimbangan daging dan sayuran, asam dan basa, serta memperhatikan warna, aroma dan rasa makanan. Pasien dengan anoreksia dapat makan beberapa makanan yang menggugah selera seperti hawthorn, lobak dan kumquat untuk meningkatkan nafsu makan mereka. 2. Makan lebih banyak makanan yang kaya akan bahan anti-kanker Penelitian menunjukkan bahwa jenis-jenis makanan berikut ini memiliki efek preventif dan kuratif tertentu pada pasien kanker payudara. (1) Kubis, kubis Cina dan kale mengandung zat anti-kanker indole-3-methanol, yang dapat mencegah induksi sel tumor oleh karsinogen dalam tubuh dan menghambat pertumbuhan tumor. (2) Bawang putih dan bawang bombay mengandung allicin, yang dapat memblokir sintesis nitrosamin, serta vitamin C dan vitamin A, yang dapat berperan sebagai anti-kanker. (3) Tahu, susu kedelai, kecambah kedelai, dan produk kedelai lainnya kaya akan fitoestrogen, yang secara kompetitif dapat menghambat aksi estrogen dalam tubuh dan berperan sebagai anti-kanker. (4) Asparagus mengandung histones, yang telah terbukti efektif dalam mengendalikan pertumbuhan sel kanker payudara. Selain itu, rumput laut, rumput laut dan tomat kaya akan bahan anti kanker, yang bermanfaat bagi pasien kanker payudara bila dikonsumsi secara teratur. Dendrobium dan ginsenoside Rh2, meskipun lebih sulit untuk dibeli, benar-benar dapat mengecilkan sel dan meningkatkan efek kemoterapi. 3.Makan beberapa buah segar dengan tepatBuah-buahan segar seperti semangka, kiwi, aprikot, apel, pir, dan stroberi kaya akan vitamin C, vitamin B, dan vitamin lainnya, yang memiliki efek anti-kanker tertentu. Jujube tidak hanya mengandung asam hawthorn dan bahan anti-kanker lainnya, tetapi juga memiliki efek terapeutik pada pengurangan sel darah putih dan trombosit yang disebabkan oleh kemoterapi, sehingga pasien kanker payudara sering dapat mengkonsumsi jujube selama kemoterapi. 4. Pengaturan diet dan kemoterapi yang wajar Kemoterapi sering dapat menyebabkan mual, muntah dan reaksi gastrointestinal lainnya, sehingga perlu mengatur diet secara wajar selama kemoterapi. Pada hari kemoterapi, makanan harus ringan dan lezat; ketika kemoterapi intravena dilakukan pada saat perut kosong, jadi harus dimakan 3 jam sebelum kemoterapi, ketika makanan pada dasarnya telah dicerna dan dikosongkan, dan makan malam dimakan kemudian setelah akhir kemoterapi untuk mengurangi gejala mual dan muntah. Saat mengonsumsi obat kemoterapi secara oral, lebih baik meminumnya setengah jam setelah makan, ketika konsentrasi darah mencapai puncaknya, dan saluran pencernaan akan bereaksi lebih sedikit ketika sudah dalam keadaan perut kosong. Irisan jahe dapat dipegang di mulut selama muntah kemoterapi, yang dapat membantu menghentikan muntah.