Urolitiasis biasanya tidak sembuh dengan sendirinya. Sebagian besar kasus uremia disebabkan oleh kurangnya hormon antidiuretik dalam tubuh, yang mengakibatkan produksi urin yang tidak terkontrol dalam tubuh, dan umumnya diklasifikasikan sebagai uremia sentral atau uremia nefrogenik. Uremia sentral paling sering terlihat pada trauma kranial dan cedera bedah hipotalamus-hipofisis, sedangkan uremia nefrogenik paling sering terlihat pada penyakit sistemik seperti penyakit ginjal atau hipokalaemia. Jika kondisi ini tidak ditangani dengan segera, maka dapat menyebabkan pusing, demam tinggi, kehilangan ingatan, dehidrasi ringan, dan pada kasus yang parah, oedema pada tungkai, penglihatan kabur, koma, bahkan kematian. Bila terjadi gagal kemih, disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli nefrologi atau ahli endokrinologi. Bila perlu, MRI kepala dapat dilakukan untuk menyingkirkan lesi akibat kerja hipofisis dan mengobati dengan terapi penggantian hormon antidiuretik atau pembedahan, tergantung situasinya. Dalam kehidupan sehari-hari, hindari makanan pedas dan merangsang, makan lebih banyak buah dan sayuran segar, serta jaga suasana hati Anda agar tetap bahagia untuk membantu mencegah terjadinya gangguan urogenital.