Ketika pasien dengan penyakit prostat sering mengalami peningkatan antigen spesifik prostat (PSA) dalam darah, USG prostat transrektal, MRI atau pemeriksaan dubur yang tidak normal, dan perlu menghadapi tusukan prostat, banyak pasien yang sering ragu-ragu untuk mengikuti saran medis untuk menjalani biopsi tusukan, dan bahkan ada yang mengambil sikap menghindar, yang tidak hanya menunda kondisi mereka, tetapi juga membahayakan nyawa mereka karena tidak mendapatkan perawatan yang tepat waktu dan benar. Hal ini tidak hanya menunda penyakit, tetapi juga dapat mengancam nyawa jika tidak ditangani dengan benar dan tepat waktu. Kanker prostat adalah tumor ganas yang umum terjadi di Barat dan insidensinya di Tiongkok terus meningkat dari tahun ke tahun. Departemen Urologi di rumah sakit kami adalah satu-satunya unit di provinsi Hunan yang menggunakan tusukan prostat transrektal yang dipandu dengan ultrasound pada prostat di atas 12 titik, dan satu-satunya unit di provinsi di mana ahli urologi melakukan jenis teknik ini, dan saya adalah orang yang melakukan pekerjaan ini. Sejak tahun 2012, saya telah melakukan hampir 400 biopsi tusukan prostat. Yang pertama adalah memastikan bahwa Anda memiliki pemahaman yang baik tentang proses biopsi prostat. T1: Apa yang dimaksud dengan biopsi tusukan prostat? Kapan saya harus menjalani biopsi tusukan? J: Biopsi tusukan prostat adalah pemeriksaan patologis invasif yang merupakan satu-satunya cara untuk memastikan penyakit pada jaringan prostat. Di bawah panduan USG, jarum halus dapat dimasukkan ke dalam prostat melalui rektum atau melalui perineum untuk mengekstraksi potongan tipis jaringan prostat untuk tujuan ini. Metode ini lebih tepat dalam ekstraksi dan memiliki akurasi yang tinggi serta tingkat biopsi yang positif. Saat ini, beberapa tusukan jarum yang terdiri dari 12 titik atau lebih digunakan sebagai pengganti metode tusukan enam titik konvensional, sehingga meningkatkan tingkat biopsi positif. Biopsi tusukan prostat diindikasikan bila ditemukan masalah berikut: (1) Peningkatan serum PSA lebih besar dari 4ng/ml. (2) Massa prostat teraba pada pemeriksaan colok dubur atau prostat terasa keras. (3) Ultrasonografi prostat transrektal menunjukkan adanya perubahan nodal, yang mengisyaratkan adanya kemungkinan tumor. (4) MRI prostat menunjukkan kemungkinan adanya tumor prostat. T2. Apakah biopsi tusukan prostat dapat menyebabkan metastasis tumor dan memperburuk kondisi? J: Banyak pasien yang khawatir bahwa biopsi tusukan prostat dapat menyebabkan tumor prostat menyebar. Studi klinis di dalam dan luar negeri telah menunjukkan bahwa biopsi tusukan prostat tidak menyebabkan penyebaran tumor dan merupakan tes yang aman dan andal. T3: Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani biopsi pungsi prostat? J: Pertama-tama, tes darah harus dilakukan di rumah sakit untuk memeriksa jumlah darah dan pembekuan darah untuk menentukan apakah ada kontraindikasi terhadap pungsi seperti anemia, trombositopenia, atau kecenderungan perdarahan. Studi yang tersedia (pedoman Asosiasi Urologi Eropa 2011) menunjukkan bahwa pasien yang mengonsumsi obat yang memengaruhi koagulasi seperti aspirin, virus polio dan heparin molekul rendah dapat menjalani pungsi prostat tanpa perlu menghentikan obat tersebut. Pasien lansia secara rutin diperiksa dengan elektrokardiogram untuk menyingkirkan aritmia yang serius. Pasien diabetes harus memiliki kontrol ketat terhadap glukosa darah mereka sebelum dan sesudah makan, jika tidak, komplikasi serius dapat terjadi setelah pungsi. Anda boleh makan dan minum seperti biasa sebelum pungsi dan tidak perlu berpuasa. Usus harus dievakuasi sebelum pungsi dan satu enema iodofor yang diencerkan dapat diberikan. Pengobatan antibiotik oral atau intravena diberikan satu jam sebelum operasi untuk mencegah perkembangan infeksi pasca operasi. Tentu saja, pasien atau keluarga juga harus menandatangani informed consent (persetujuan tindakan). T4. Apa saja modalitas biopsi tusukan prostat? J: Saat ini terdapat dua rute utama, yaitu pungsi transrektal yang dipandu USG dan pungsi transperineum. Rumah sakit kami menggunakan pungsi prostat transrektal dengan panduan USG, yang memerlukan waktu total sekitar 15 menit untuk melakukannya dan dapat diobservasi di rumah setelahnya. T5. Apa yang harus saya perhatikan setelah biopsi tusukan prostat? J: 1. Antibiotik oral atau intravena umumnya digunakan dalam waktu 72 jam setelah tusukan dan tidak diperlukan obat hemostatik. 2. Setelah tusukan, Anda dapat beristirahat di tempat tidur selama 30 menit dan bangun dari tempat tidur. Anda harus memperhatikan pola makan yang ringan dan mengurangi makanan pedas. 3. Hematuria ringan atau tinja berdarah dapat terjadi setelah operasi, pasien dan keluarganya tidak perlu terlalu khawatir, karena gejalanya dapat hilang secara bertahap dalam waktu 5-7 hari. 4 . Jika muncul lebih banyak gumpalan darah, maka Anda harus segera menjelaskan kepada dokter dan menerima perawatan yang sesuai. 5 . Jika ada kesulitan buang air kecil, maka Anda perlu pergi ke rumah sakit untuk menerima perawatan kateterisasi. 6 .Berapa lama saya harus menunggu sampai hasil tusukan diketahui? Periode pelaporan patologi di rumah sakit kami adalah sekitar 5 hari kerja.