Jika pasien kanker paru-paru mengalami nyeri sedang hingga berat yang sangat mempengaruhi kualitas hidup, obat seperti morfin dapat dipertimbangkan untuk analgesia yang kuat. Morfin dapat diberikan secara oral atau subkutan. Pemberian obat seperti morfin perlu diberikan pada jadwal yang teratur dan tidak sesuai permintaan. Pemberian morfin secara oral atau subkutan pada waktu yang tetap meningkatkan bioavailabilitas obat analgesik, dan pemberian sesuai permintaan tidak memberikan analgesia yang cepat. Morfin memiliki efek samping depresi pernafasan dan konstipasi, sehingga fungsi paru pasien dan status pernafasan perlu dipantau secara ketat selama pemberian analgesik berbasis morfin jangka panjang. Jika depresi pernapasan dan penyempitan pupil terjadi, toksisitas morfin harus diwaspadai, dan dosis morfin harus disesuaikan atau diganti dengan obat analgesik lain untuk menghindari morfin membahayakan tubuh dan menimbulkan risiko tertentu pada kehidupan pasien. Kesimpulannya, efek morfin dalam mengobati nyeri kanker paru-paru relatif ideal, dan efek sampingnya perlu diamati dengan cermat.