Gangguan tiroid utama yang umum terjadi adalah hipertiroidisme atau hipertiroidisme, hipotiroidisme atau hipotiroidisme, tumor tiroid, tiroiditis, kista tiroid, dan komplikasi hipertiroidisme. Apa saja metode pemeriksaan untuk penyakit tiroid? 1 . Menanyakan riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik Kelenjar getah bening di leher harus diperiksa pada saat yang sama, dan perhatian harus diberikan untuk membedakan apakah pembengkakan di leher berasal dari kelenjar tiroid. 2 . Pemeriksaan radioaktif Pemeriksaan ini harus menjadi alat diagnostik rutin untuk kelenjar tiroid, dan radionuklida yang digunakan adalah 131I dan 99mTc. 3 . Pemeriksaan ultrasonik Untuk mendeteksi bentuk, ukuran, jumlah, dan posisi benjolan tiroid dalam kaitannya dengan selubung karotis; untuk menentukan apakah benjolan tersebut kistik atau padat; untuk memperjelas keadaan kelenjar getah bening serviks; dan sebagai alat lokalisasi untuk pemeriksaan tusukan. 4 . Pemeriksaan X-ray dan CT, Magnetic Resonance Imaging (MRI) Radiografi frontal dan lateral leher dapat dilakukan untuk mengetahui luasnya tumor, gambaran kalsifikasi yang berbeda, serta hubungan dengan trakea dan esofagus. Pemeriksaan CT dan MRI dapat dengan jelas menunjukkan ukuran dan bentuk tumor tiroid serta hubungannya dengan trakea, esofagus, pembuluh darah, dan bahkan saraf, sehingga dapat sepenuhnya menentukan tingkat invasi kanker dan memberikan dasar ilmiah untuk pembedahan. 5. Pemeriksaan sitologi aspirasi jarum halus: Keuntungan: USG sederhana; tidak memerlukan anestesi (anak-anak juga dapat menjalaninya); tidak ada risiko perdarahan dan metastasis sel kanker; tingkat positif yang tinggi, sangat sedikit hasil positif palsu, tingkat negatif palsu sekitar 10%. Pemeriksaan laboratorium: Untuk mengetahui apakah ada kelainan fungsi tiroid, dan untuk membantu memperjelas sifat tumor tiroid. Pemeriksaan yang umum digunakan meliputi: T3, T4, TSH, FT3, FT4, TGA, MCA, kalsitonin plasma, dan LED.