Kapan waktu terbaik untuk mengonsumsi suplemen zat besi

Suplemen zat besi sebagian besar direkomendasikan untuk dikonsumsi 30-60 menit setelah makan, selain jam 7-8 malam. Suplemen zat besi sendiri memiliki bau dan memiliki efek iritasi tertentu pada saluran pencernaan. Beberapa pasien yang sensitif dapat mengalami mual, muntah, diare, sakit perut, bahkan pusing dan lemas setelah mengonsumsinya. Karena sekresi asam lambung paling aktif 30-60 menit setelah makan, mengonsumsinya pada waktu ini tidak hanya membantu penyerapan zat besi, tetapi juga memperpanjang waktu tinggal zat besi di duodenum dan mengurangi iritasi zat besi pada mukosa lambung. Selain itu, mengonsumsi vitamin C bersamaan dengan zat besi oral dapat meningkatkan penyerapan zat besi, jadi disarankan untuk makan tomat, jeruk, dan kiwi. Selain itu, hindari minum teh kental, kopi, dan minuman berkarbonasi saat mengonsumsi suplemen zat besi karena hal ini dapat memengaruhi penyerapan zat besi. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa penyerapan zat besi juga memiliki pola diurnal yang jelas, dengan kebanyakan orang yang mengonsumsi zat besi pada jam 7-8 malam, tingkat penyerapannya 1 kali lebih tinggi dibandingkan dengan yang mengonsumsinya di pagi hari. Secara umum, proses suplementasi zat besi perlu dilanjutkan selama 2-3 bulan setelah hemoglobin menjadi normal untuk mengembalikan tingkat penyimpanan zat besi tubuh.