Faktor utama yang mempengaruhi tubuh manusia di lingkungan dataran tinggi adalah kekurangan oksigen. Setelah memasuki dataran tinggi, tubuh mengalami serangkaian perubahan adaptif kompensasi di bawah regulasi neurologis dan humoral untuk beradaptasi dengan lingkungan dataran tinggi, sebuah proses yang disebut habituasi dataran tinggi. Proses ini disebut aklimatisasi dataran tinggi. Ini adalah perubahan fisiologis dan morfologis non-genetik yang reversibel. Kebanyakan orang dari dataran, setelah memasuki dataran tinggi, dapat memperoleh aklimatisasi yang baik terhadap lingkungan dataran tinggi melalui adaptasi kompensasi tubuh, dan dapat bekerja dan hidup secara normal di lingkungan dataran tinggi tanpa rasa tidak nyaman. Namun demikian, ada juga sebagian orang yang setelah memasuki dataran tinggi dari dataran rendah, menderita penyakit dataran tinggi yang akut dan kronis akibat adaptasi kompensasi yang tidak mencukupi atau terlalu kuat.