Apa yang harus dilakukan jika terjadi penyakit ketinggian

  Banyak orang memiliki gagasan bahwa “dataran tinggi itu begitu indah, saya ingin pergi dan melihatnya”. Dunia ini adalah tempat yang besar, dan penting untuk meluangkan waktu Anda untuk melihatnya, bukannya sembrono. Di sini bagi orang yang ingin memilih berwisata di daerah dataran tinggi, pengetahuan, reaksi ketinggian tidak bisa dianggap remeh, pilih perlu hati-hati ah.  A. Reaksi dataran tinggi Penyakit gunung akut adalah reaksi patologis akut yang terjadi di dataran tinggi karena berkurangnya tekanan udara dan berkurangnya konsentrasi oksigen. Tingkat keparahan gejala tergantung terutama pada kecepatan kedatangan di ketinggian dan tingkat upaya yang Anda lakukan. Umumnya pada pasien yang lebih ringan, gejalanya meliputi: kesulitan tidur;. pusing; kelelahan; sakit kepala; kehilangan nafsu makan; mual dan muntah;. detak jantung yang cepat; dan kesulitan bernapas. Gejala pada pasien yang parah antara lain: kulit membiru; sesak di dada; pemikiran yang kacau; batuk, hemoptisis; berkurangnya tingkat kesadaran atau fungsi sosial; wajah pucat; ketidakmampuan untuk berjalan dalam garis lurus atau bahkan tidak dapat berjalan; kesulitan bernapas saat istirahat.  Orang yang paling berisiko terkena penyakit ketinggian Orang yang biasanya tinggal di ketinggian yang sangat rendah; orang yang mengubah ketinggian terlalu cepat dalam waktu singkat; orang dengan penyakit jantung dan paru-paru kronis; orang yang mendaki, mendaki gunung, bermain ski, dan melakukan perjalanan di ketinggian tinggi (biasanya 2400m atau lebih).  Adanya oedema paru ditunjukkan oleh adanya ronki basah pada auskultasi paru-paru. Tes berikut ini harus dilakukan sesegera mungkin untuk menentukan kondisinya:. Tes darah: CT paru-paru dan CT atau MRI otak; elektrokardiogram.  IV. Cara mengobati Diagnosis dan pengobatan dini sangatlah penting. Tindakan pengobatan utama adalah pemindahan yang aman dan cepat ke tempat yang lebih rendah dan, jika kondisinya memungkinkan, pemberian oksigen.  Acetazolamide dapat mengurangi gejala pada kasus ringan. Obat ini menyebabkan peningkatan pengeluaran urin, jadi penting untuk minum cukup air dan menghindari asupan alkohol saat meminumnya. Obat ini lebih efektif dalam mengurangi gejala penyakit ketinggian bila diminum sebelum mencapai ketinggian tinggi.  Pengobatan untuk oedema paru akut: oksigen; obat antihipertensi oral nifedipine; penggunaan beta agonis untuk melebarkan jalan napas; penggunaan ventilator untuk membantu pernapasan pada kasus yang parah; penggunaan inhibitor fosfodiesterase untuk meningkatkan aliran darah ke paru-paru, seperti sildenafil; selain itu, penggunaan deksametason dapat mengurangi oedema serebral.  Bagaimana prognosis penyakit ketinggian? Sebagian besar pasien memiliki gejala ringan dan gejalanya dapat sembuh dengan cepat setelah ketinggian diturunkan, tetapi beberapa pasien yang parah dapat meninggal karena oedema paru dan oedema serebral. Komplikasi yang paling umum adalah: koma, edema paru, perubahan kejiwaan dan bahkan kerusakan neurologis permanen; 6.