1, tinjauan rutin: setiap 3 bulan untuk meninjau fungsi hati, alfa-fetoprotein, indikator virologi, USG, dll.; 2, tidak boleh terlalu lelah, tidak boleh begadang; 3, tidak boleh minum alkohol; 4, jangan terlalu marah, kemarahan adalah semacam luka pada hati, jaga agar pikiran tetap tenang, karena kestabilan penyakit hati sangat bagus; 5, diet tidak bisa makan berlebihan; 6, jika sirosis hati perlu memperhatikan untuk tidak mengonsumsi makanan yang keras dan berserat agar tidak memicu pendarahan pencernaan; juga tidak bisa makan banyak makanan berprotein, terutama pasien yang pernah terkena serangan ensefalopati hati. Untuk menghindari pendarahan gastrointestinal; juga tidak bisa makan makanan berprotein dalam jumlah besar, terutama pasien yang pernah mengalami serangan ensefalopati hepatik, sekali makan terlalu banyak makanan berprotein tinggi juga mudah untuk menginduksi ensefalopati hepatik; 7, terima pengobatan rutin, jangan mudah percaya pada rumor “obat mujarab”, “tangan untuk menyembuhkan penyakit”. Jangan percaya pada rumor “obat ajaib” dan “obat untuk semua”. Dokter adalah manusia biasa, bukan dewa; pengobatan penyakit membutuhkan ilmu pengetahuan, bukan takhayul.