Kebiasaan Buruk 1: Tidak minum air putih Kebanyakan orang tidak tertarik untuk minum air putih dan bahkan tidak menganggapnya penting, tetapi sebenarnya hal ini dapat dengan mudah menyebabkan kerusakan fisik yang signifikan. Limbah metabolisme tubuh kita terutama diproses oleh hati dan ginjal. Ginjal, yang hanya menyumbang 1% dari berat tubuh, menerima 1/4 dari curah jantung tubuh, dan 1 hingga 2 liter darah melewati ginjal setiap menit. Ginjal yang paling penting bertanggung jawab untuk mengatur keseimbangan air dan elektrolit dalam tubuh, memetabolisme limbah yang dihasilkan oleh aktivitas fisiologis dan mengeluarkannya dalam urin, tetapi ginjal membutuhkan air yang cukup untuk melakukan fungsi-fungsi ini. Membiasakan minum lebih banyak air dapat mengencerkan urin dan memungkinkannya untuk dikeluarkan dengan cepat, yang tidak hanya mencegah batu, tetapi juga membantu meringankan urin ketika terlalu banyak garam yang tertelan, sehingga melindungi ginjal. Kebiasaan buruk 2: Suka minum bir Jika Anda sudah menderita penyakit ginjal dan minum banyak bir tanpa batasan, akan menyebabkan pengendapan asam urat yang menyebabkan penyumbatan tubular ginjal, yang mengakibatkan gagal ginjal. Jika ginjal ditemukan bermasalah saat tes darah, saya khawatir fungsi ginjal sudah rusak. Daripada menunggu tes darah untuk memahami ginjal, lebih baik melakukan tes urin secara teratur karena tes urin adalah cara termudah dan tercepat untuk memahami ginjal. Kebanyakan pria tidak menyukai hambarnya air putih. Sebaliknya, minuman berkarbonasi seperti soda, cola atau kopi adalah alternatif terbaik untuk air putih sebagai hal yang biasa. Namun, kafein yang terkandung dalam minuman ini sering menyebabkan peningkatan tekanan darah, dan tekanan darah tinggi adalah salah satu faktor utama yang dapat membahayakan ginjal. Anda harus mencoba untuk menghindari minum terlalu banyak minuman dan menggantinya dengan air putih, dan tetap minum 8 gelas air putih setiap hari untuk mendorong pembuangan racun dari tubuh Anda secara tepat waktu. Kebiasaan Buruk 4: Konsumsi sayuran dan buah-buahan yang tidak tepat Sudah menjadi kepercayaan umum bahwa makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan baik untuk kesehatan, tetapi bagi penderita disfungsi ginjal kronis, sayuran dan buah-buahan, yang biasanya dianggap membantu menurunkan tekanan darah secara alami, mengandung kandungan kalium yang tinggi, yang dapat menyebabkan kerusakan pada fungsi ginjal mereka dalam jangka panjang. Bahkan, bagi orang dengan fungsi ginjal yang buruk, kalium juga merupakan komponen yang dapat memperberat kerja ginjal dan bisa sangat merusaknya. Kebiasaan Buruk 5: Makan terlalu banyak daging American Food Association pernah merekomendasikan bahwa asupan protein harian untuk manusia adalah 0,8 gram per kilogram berat badan, yang berarti bahwa seseorang dengan berat badan 50 kilogram hanya dapat mengonsumsi 40 gram protein per hari, dan karena itu tidak dapat makan 300 gram daging ekstra sehari, sehingga menghindari terlalu banyak kerusakan pada ginjal. Kebiasaan Buruk 6: Makan terlalu banyak garam Garam adalah penyebab utama dalam meningkatkan beban pada ginjal. Sembilan puluh lima persen garam dalam makanan kita dimetabolisme oleh ginjal, jadi jika kita mengonsumsi terlalu banyak, beban pada ginjal terpaksa meningkat, dan natrium dalam garam menyebabkan air lebih mudah diekskresikan, yang selanjutnya meningkatkan beban pada ginjal, yang menyebabkan berkurangnya fungsi ginjal. Asupan garam harian secara ilmiah harus dijaga dalam 6 gram, di mana 3 gram dapat diperoleh langsung dari makanan sehari-hari, dan oleh karena itu makanan harus dijaga dalam 3 hingga 5 gram ketika dibumbui. Perlu dicatat bahwa mi instan mengandung garam yang sangat tinggi, jadi mereka yang memakannya secara teratur disarankan untuk mengurangi konsumsinya. Kebiasaan buruk 7: Penggunaan obat penghilang rasa sakit secara sembarangan Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ketika obat penghilang rasa sakit yang dicampur diminum dalam jangka waktu yang lama, laju aliran darah tubuh dipaksa untuk menurun dan oleh karena itu fungsi ginjal akan sangat terpengaruh. Perlu dicatat juga bahwa pasien dengan gagal ginjal yang disebabkan oleh obat penghilang rasa sakit juga lebih mungkin mengembangkan kanker kandung kemih. Obat penghilang rasa sakit apa pun yang Anda konsumsi, obat ini hanya cocok untuk penggunaan sesekali dan tidak boleh dikonsumsi untuk jangka waktu yang lama. Jika Anda perlu mengandalkan obat penghilang rasa sakit untuk jangka waktu yang lama, Anda harus mencari bantuan medis untuk pemeriksaan menyeluruh.