Dokter menggunakan tes darah untuk mencari tanda-tanda penyakit dan untuk menilai kesehatan Anda, tetapi tes darah tidak digunakan untuk memastikan diagnosis kanker ovarium. Hasil tes yang tidak normal dapat mengindikasikan adanya masalah dengan organ atau sistem dalam tubuh Anda, yang mungkin disebabkan oleh kanker ovarium atau oleh kondisi kesehatan lainnya. Tes darah dapat digunakan bersamaan dengan tes awal lainnya untuk menilai kanker ovarium, dan tinjauan rutin juga dapat digunakan untuk menilai efektivitas pengobatan dan efek samping pengobatan. Tes darah manakah yang biasanya digunakan untuk mendiagnosis kanker ovarium? 1. Jumlah sel darah putih (WBC); 2. Jumlah neutrofil (N); 3. Jumlah limfosit (L); 4. Sel darah merah (RBC); 5. Hemoglobin (HGB); 6. Tekanan sel darah merah (HCT); 7. Volume sel darah merah rata-rata (MCV); 8. Hemoglobin rata-rata (MCH); 9. Konsentrasi hemoglobin rata-rata (MCHC); 10. Sel darah merah 10, Variasi lebar distribusi sel darah merah (RDW); 11, Trombosit (PLT); 12, Volume trombosit rata-rata (MPV); 13, Volume spesifik trombosit (PCT); 14, Lebar distribusi trombosit (PDW).