Cara mengamati pendengaran bayi baru lahir, bayi, dan anak-anak dengan benar

Neonatus adalah anak sampai dengan 28 hari setelah lahir, sedangkan bayi adalah anak berusia 0-3 tahun. Insiden gangguan pendengaran pada neonatus telah dilaporkan dalam literatur sebesar 1-2 per 1.000 kelahiran, sedangkan pada bayi dan balita sebesar 2 per 1.000 kelahiran. Karena gangguan pendengaran pada bayi baru lahir dan balita mempengaruhi perkembangan bicara, bahasa dan kognitif, maka deteksi dini dan intervensi dini sangatlah penting. Popularitas pemeriksaan pendengaran bayi baru lahir memainkan peran penting dalam deteksi dini, jadi bagaimana cara orang tua mengamati pendengaran anak mereka? Berdasarkan karakteristik perkembangan pendengaran bayi baru lahir dan bayi, audiolog Jepang, setelah melakukan pengamatan dan penelitian yang panjang, telah secara sistematis merangkum dan meringkas item pengamatan untuk setiap tahap perkembangan pendengaran dan bicara bayi pra-verbal, dan melalui tabel pengamatan ini, tingkat perkembangan pendengaran dan bicara bayi dapat dinilai secara kasar. Skala Observasi Perkembangan Pendengaran dan Verbal 0-3 bulan Terkejut dengan suara keras (terkejut, mata tertutup, mata terbuka) Terbangun karena suara keras Mencari sumber suara Menangis dan berhenti menangis saat disapa Tersenyum saat dibujuk Berbicara dengan kata “ah”, “ooh”, dan “ah”, “ooh”, dan “ooh”, namun tidak tahu sumbernya. 3-6 bulan Mencari sumber suara Menyukai mainan yang berbunyi Dapat membedakan suara orang yang dikenalnya Cekikikan saat senang Membuat suara pada orang lain 6-9 bulan Menoleh saat dipanggil namanya Menyukai permainan “bar” dengan mata tertutup Berhenti atau menangis saat dikritik Berhenti atau menangis saat dikritik Membuat suara pada mainan Membuat suara seperti ma, pa, ba Membuat suara seperti dada, baba, dll. 9-12 bulan Mengerti arti kata-kata seperti “berikan padaku” dan “tidurlah” Merespons saat dikatakan “selamat tinggal”. 9-12 bulan Dapat memahami arti kata-kata seperti “berikan padaku” dan “selamat tinggal” Menanggapi kata “selamat tinggal” Menirukan ucapan orang dewasa Sering mengatakan hal-hal yang tidak masuk akal Dapat mengucapkan satu atau dua kata yang masuk akal, misalnya, mama Menirukan bagian-bagian kata 12-18 bulan Suka diberitahu tentang gambar Dapat menunjuk benda-benda di buku bergambar yang ia kenali Memahami perintah sederhana, misalnya, “ambilkan buku saya “Dapat mengucapkan satu atau dua kata yang bermakna Dapat mengucapkan tiga kata atau lebih yang bermakna Dapat menyebutkan nama benda yang dikenali dalam gambar