Demensia vaskular biasanya disebabkan oleh stroke iskemik, stroke hemoragik dan iskemia serebral dan hipoksia, dll. Pasien dapat diobati melalui pengobatan umum, pengobatan gejala dan terapi rehabilitasi seperti yang diresepkan oleh dokter.
1. Pengobatan umum: Kurangi makan telur, jeroan hewan dan makanan berkolesterol tinggi lainnya, dan makan lebih banyak sayuran hijau, melon musim dingin, dan buah-buahan dengan air dan vitamin yang tinggi. Kedua, kita harus memastikan waktu tidur yang cukup, sehingga saraf otak bisa beristirahat dan rileks, dan juga bisa melakukan olahraga yang sesuai.
2. Pengobatan simtomatik: pasien dapat mengonsumsi tablet aspirin oral, atorvastatin dan obat anti agregasi trombosit, obat penstabil plak, dan juga perlu mengontrol hipertensi, hiperlipidemia, diabetes, dan faktor risiko lainnya, untuk mencegah kambuhnya stroke dan memperburuk demensia. Obat-obatan untuk meningkatkan metabolisme sel otak dan meningkatkan kognisi, seperti sitarabin dan olanzapine, dapat diberikan untuk pengobatan gejala.
3. Terapi rehabilitasi: pasien demensia vaskular sering menderita gejala kerusakan otak, seperti gangguan bicara, hemiparesis, hemiplegia, gangguan sensorik hemiplegia, distonia, ataksia, dan sebagainya. Rehabilitasi fungsi menelan dan fungsi gerakan anggota tubuh harus dilakukan.
Dianjurkan agar pasien dengan demensia vaskular harus pergi ke rumah sakit tepat waktu dan memilih rencana perawatan yang tepat di bawah bimbingan dokter, untuk menghindari penundaan kondisi dan menyebabkan konsekuensi yang merugikan.
Obat-obatan perlu digunakan di bawah bimbingan dokter, jangan dikonsumsi sembarangan.