Apa saja gejala hipertrofi adenoid?

  Hipertrofi adenoid terjadi ketika kelenjar gondok teriritasi oleh peradangan berulang dan menyebabkan gejala.  Penyebab umum penyakit ini adalah serangan nasofaringitis akut dan kronis yang berulang, serta peradangan organ yang berdekatan seperti rongga hidung, sinus dan amandel, yang juga dapat mempengaruhi nasofaring dan merangsang kelenjar gondok untuk berkembang biak.  Pembesaran kelenjar gondok menghalangi lubang hidung posterior dan menekan tuba eustachius ke berbagai tingkat, serta merangsang faring, laring, dan saluran pernapasan dengan sekresi hilir, sehingga menyebabkan berbagai gejala di telinga, hidung, faring, laring, dan saluran pernapasan bagian bawah.  1. Gejala lokal (1) Gejala hidung: Hidung tersumbat adalah gejala utama penyakit ini. Penyumbatan yang disebabkan oleh kelenjar gondok hipertrofi dan akumulasi sekresi lokal, seperti rinitis dan sinusitis, dapat memperparah hidung tersumbat, sementara itu bisa terjadi pelepasan hidung dan manifestasi lainnya. Akibat hidung tersumbat, ucapan dibuat dengan suara hidung tersumbat.  (2) Gejala telinga: Hipertrofi adenoid dapat menekan lubang faring tuba eustachius dan menyebabkan obstruksi tuba eustachius, sementara serangan nasofaringitis akut dapat memengaruhi selaput lendir tuba eustachius.  (3) Gejala faring, laring dan saluran pernapasan bawah: gejala ketidaknyamanan faring, batuk paroksismal dan bronkitis disebabkan oleh aliran sekresi ke bawah dan iritasi pada mukosa saluran pernapasan.  2. Gejala sistemik terutama toksisitas kronis, gangguan perkembangan nutrisi dan gejala neurologis refleks. Anak memiliki perkembangan umum dan status gizi yang buruk, serta terbangun dalam mimpi, gigi gemeretak, refleksi yang lambat, kurang perhatian, dan mudah tersinggung.  3. Gejala yang terkait dengan sindrom hipoventilasi apnea tidur obstruktif Hipertrofi adenoid adalah salah satu penyebab paling umum dari sindrom hipoventilasi apnea tidur obstruktif pada anak-anak. Mendengkur yang berlebihan dan menahan nafas saat tidur adalah dua gejala utama. Pernapasan mulut terbuka saat tidur, keringat berlebihan, sakit kepala di pagi hari, kantuk di siang hari, dan kesulitan belajar juga merupakan gejala umum.  Diagnosis penyakit ini dapat dikonfirmasi dengan pemeriksaan oleh dokter dan dengan CT nasofaring.  Jika kelenjar gondok membesar dan gejala-gejala di atas ada, adenoidektomi harus dilakukan sesegera mungkin. Jika terdapat hipertrofi tonsil, hal ini bisa dilakukan bersamaan dengan tonsilektomi. Otitis media sekretorik pada anak-anak berhubungan erat dengan kelenjar gondok dan adenoidektomi telah menjadi prosedur rutin dalam pengobatan otitis media sekretorik.