Mikrotia unilateral: apa saja strategi dan waktu pengobatannya?

  Mikrotia cenderung unilateral. Statistik kami menunjukkan bahwa 75% pasien dengan mikrotia adalah unilateral, dengan sisi kanan lebih sering terjadi, dan proporsi pria dan wanita sedikit lebih tinggi. Pasien dengan mikrotia sering kali mengalami atresia pada liang telinga, yang mengakibatkan tuli konduktif sedang hingga berat. Karena satu telinga normal, maka perkembangan bicara biasanya tidak terganggu pada pasien ini, sehingga pengobatan pasien dengan mikrotia unilateral sebelumnya difokuskan pada rekonstruksi aurikularis, bukan pada rekonstruksi pendengaran pada telinga yang terkena.  Dengan kemajuan penelitian pendengaran, kebutuhan akan rekonstruksi pendengaran pada pasien dengan mikrotia unilateral, secara bertahap mulai disadari oleh para ahli THT dan audiolog. Orang normal memiliki pendengaran bilateral, sehingga memiliki kemampuan untuk melokalisasi sumber suara dan mengenali pembicaraan di lingkungan yang bising. Sebaliknya, pasien dengan mikrotia unilateral hanya memiliki satu sisi pendengaran saja, sehingga sulit untuk menemukan sumber suara, dan mereka memiliki kinerja pendengaran yang buruk di lingkungan yang bising. Dalam praktik klinis, banyak anak dengan mikrotia unilateral dengan atresia mampu membentuk ucapan secara normal; namun, dalam lingkungan pendengaran yang kompleks (kelas, percakapan dalam kelompok, latar belakang yang bising), kemampuan pendengaran dan komunikasi pasien tidak sebanding dengan individu normal.  Oleh karena itu, pada pasien dengan mikrotia unilateral dengan atresia aural (yang menyebabkan tuli konduktif sedang hingga berat), strategi pengobatannya haruslah berupa kombinasi antara rekonstruksi pendengaran dan otoplasti. Strategi pengobatan ini secara umum diterima di negara-negara Barat, tetapi saat ini di Cina, banyak pasien dengan mikrotia unilateral (atau orang tua dari anak tersebut) masih belum mendapatkan informasi yang cukup tentang rekonstruksi pendengaran. Ketidakpahaman ini telah menyebabkan banyak anak unilateral melewatkan waktu terbaik untuk melakukan rekonstruksi pendengaran; selain itu, operasi rekonstruksi pendengaran tradisional dapat merusak area flap yang diperlukan untuk rekonstruksi aurikularis dan mempengaruhi rekonstruksi aurikularis di kemudian hari, sehingga dokter biasanya hanya dapat melakukan rekonstruksi pendengaran setelah rekonstruksi aurikularis.