Apa perbedaan antara keracunan timbal dan ADHD?

  ADHD dan keracunan timbal adalah dua gangguan berbeda yang memiliki beberapa gejala yang mirip. Mereka berdua bisa menjadi hiperaktif, impulsif, kurang perhatian, memiliki konsentrasi yang buruk, kesabaran yang buruk, kehilangan ingatan, dan kesulitan belajar. Namun, mekanisme yang menghasilkan gejala-gejala ini berbeda. Gejala keracunan timbal disebabkan oleh paparan timbal dalam dosis rendah dalam jangka panjang, yang merusak sel-sel saraf di hippocampus gyrus otak. Sistem saraf anak-anak berada dalam masa pertumbuhan dan pematangan yang cepat dan sangat sensitif terhadap toksisitas timbal, oleh karena itu, hal ini dapat mempengaruhi perkembangan intelektual anak. ADHD adalah gangguan neuropsikologis yang umum terjadi akibat ketidakdewasaan dan sedikit ‘kerusakan’ pada otak, kelemahan pada area prefrontal otak dalam hal respons atau peralihan tugas, dan disfungsi inti frontal atau kaudat.  Karena penyebab hiperaktif berbeda-beda, begitu pula pengobatannya. Pengobatan keracunan timbal pertama-tama tergantung pada kadar timbal dalam darah, secara umum, di bawah 100 mikrogram adalah tingkat yang relatif aman dan tidak memerlukan perawatan klinis, 100-150 mikrogram memerlukan pemantauan dinamis dan intervensi sosial, dan di atas 200 mikrogram memerlukan konsultasi di rumah sakit. Intervensi sosial berarti menghilangkan faktor risiko kontaminasi timbal: jangan ajak anak-anak bermain di dekat jalan dengan lalu lintas yang padat dan pabrik-pabrik yang menggunakan timbal; cuci tangan dan potong kuku secara teratur; tiriskan air semalaman yang mungkin terkumpul di dalam pipa ketika Anda menggunakan air keran di pagi hari; kurangi makan makanan yang mengandung timbal tinggi, seperti telur kembung dan berondong jagung. Tingkatkan asupan vitamin C, makan lebih banyak sayuran dan buah segar, dan pastikan diet harian Anda kaya akan kalsium, zat besi, dan seng, serta kendalikan jumlah lemak. Pengobatan ADHD merupakan kombinasi dari pelatihan perhatian, terapi modifikasi perilaku, pengobatan dan psikoterapi.  Oleh karena itu, jika orang tua mencurigai anak mereka mengalami hiperaktif, mereka harus pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.