Seorang anak memiliki kelebihan timbal, yaitu jumlah timbal dalam tubuh anak melebihi batas maksimum asupan timbal untuk anak-anak. Kadar timbal yang berlebihan dapat menyebabkan masalah pada beberapa sistem, termasuk yang berikut ini: 1. Sistem saraf: mudah tersinggung, hiperaktif, rentang perhatian yang pendek, perilaku agresif, tidak responsif, mengantuk, dan gangguan gerakan. Pada kasus yang parah, terjadi mania dan delirium, dan konsentrasi yang tinggi dapat menyebabkan kematian. 2. Sistem pencernaan: sakit perut, sembelit, diare, mual, muntah, dll. 3 . Sistem kardiovaskular: mudah menyebabkan aritmia jantung. 4 . Sistem urologi: aciduria amino awal, glikosuria, hiperfosfaturia, azotemia, dan manifestasi lain dari gagal ginjal dapat dilihat pada pasien lanjut usia. 5. Gejala subklinis: gejala klinis tidak terlihat jelas, sebaliknya, gejala seperti kurangnya perhatian dan lekas marah dapat dengan mudah diabaikan oleh keluarga anak, dan ketika gejala muncul, gejala tersebut sebenarnya tidak dapat dipulihkan. Pengobatan: (1) Kurangi keluar rumah pada jam-jam sibuk lalu lintas; (2) Makan lebih banyak makanan yang mengandung vitamin C dan serat, seperti jeruk, kiwi, dan tomat. Dengan mengonsumsi kalsium, zat besi, seng, vitamin, dan serat makanan, timbal dapat dicegah agar tidak terserap dalam saluran pencernaan sekaligus menambah nutrisi. Hal ini cocok untuk mereka yang memiliki kadar timbal dalam darah di bawah 200μg/dl, dan serat makanan diekskresikan secara langsung melalui tinja tanpa efek samping yang beracun, sehingga menjadi metode detoksifikasi timbal yang lebih aman saat ini. (3) Jika kandungan timbal tinggi, Anda dapat mengonsumsi obat ekskresi timbal untuk meningkatkan ekskresi timbal dalam tubuh.