Perkembangan motorik yang buruk
Gangguan fungsional
1. Fungsi motorik: keseimbangan yang buruk dalam posisi duduk, ketidakmampuan untuk merangkak, kontrol panggul yang buruk, kesulitan dalam perubahan posisi.
2. Koreksi postural: gerakan detasemen yang buruk, ekstensi batang tubuh yang tidak memadai, kesulitan dalam fleksi dan ekstensi kedua tungkai bawah secara bergantian, kegagalan untuk membentuk refleks postural yang normal, terutama pada tungkai kanan.
3. Kemampuan untuk berkomunikasi secara verbal.
4. Kemampuan untuk melakukan aktivitas kehidupan: gerakan halus anggota tubuh bagian atas yang buruk, koordinasi anggota tubuh bagian atas yang buruk, respons yang buruk terhadap suara dan cahaya.
Tujuan rehabilitasi: Setelah 3-6 bulan rehabilitasi, anak-anak dengan cerebral palsy diharapkan dapat mencapai
1. Fungsi motorik: Untuk meningkatkan keseimbangan duduk, mendorong merangkak, meningkatkan kontrol panggul, dan mendorong perkembangan transisi postural.
2. Koreksi postur: Memfasilitasi refleks postur normal, mendorong pemisahan batang tubuh dan anggota badan, meningkatkan kontrol otot dan meningkatkan pengembangan gerakan yang terampil.
3 . Kemampuan interaksi bahasa: Mempromosikan pengembangan fungsi artikulasi, mempromosikan pengembangan pemahaman bicara, mempromosikan pengembangan ekspresi verbal
4 . Aktivitas kehidupan: Mempromosikan gerakan tangan dalam posisi netral, mempromosikan pengembangan sistem keseimbangan vestibular otot besar, mempromosikan pengembangan propriosepsi dan koordinasi, mempromosikan pengembangan indera penglihatan dan pendengaran dan meningkatkan kemampuan belajar.
Terapi
Terapi Gerakan, Terapi Okupasi, Terapi Wicara, Integrasi Sensorik, Tui Na, Pengobatan, Sirkulasi Otak,…
Pilihan Perawatan
1 . Terapi Motorik
(1) Duduk: Latihan keseimbangan duduk, perkusi bergantian dalam posisi duduk, fasilitasi ekstensi tungkai atas pelindung, latihan bola Bobath.
(2) Memanjat: latihan penyangga empat titik, keseimbangan berlutut empat titik, pegangan berlutut lurus, latihan jembatan, metode induksi Vojta
(3) Koreksi postur tubuh: perputaran sumbu tubuh batang, peregangan burung terbang pada punggung bagian bawah.
2. Terapi okupasi
(1) Fungsi tangan: gerakan sendi pasif, pelatihan motorik halus anggota tubuh bagian atas, koordinasi anggota tubuh bagian atas, aktivitas manual.
(2) Keterampilan kognitif: pelatihan perhatian, pelatihan observasi, pelatihan pengenalan karakter, pelatihan meniru gerakan.
3 . Terapi bicara
(1) Pelatihan untuk disartria: permainan eksplorasi oral, pelatihan motorik rahang, pelatihan motorik bibir, pelatihan motorik lidah, pelatihan motorik langit-langit lunak, pelatihan kesadaran fonemik.
(2) pelatihan untuk gangguan fonologi: pelatihan lagu anak-anak, pelatihan frasa.
4. Integrasi Sensori
(1) Otot besar dan keseimbangan: latihan keseimbangan intrinsik, latihan keseimbangan vestibular.
(2) Sensitivitas taktil dan stabilitas emosional: keterampilan motorik taktil.
(3) Proprioception dan koordinasi: pelatihan koordinasi gerakan.
5.Tui Na
Tui-na untuk meningkatkan perkembangan fungsi otak, Tui-na untuk memperkuat limpa dan Qi, Tui-na untuk meningkatkan pemulihan kekuatan otot.
6 . Pengobatan
Agen neurotropik, faktor pertumbuhan saraf.
7 . Fisioterapi
Sirkulasi otak.