Fraksi ejeksi rendah adalah persentase fraksi ejeksi yang lebih rendah dari normal. Hal ini terutama disebabkan oleh pembesaran abnormal ventrikel dan berkurangnya fungsi ventrikel. Pasien sering hadir dengan insufisiensi jantung dengan fraksi ejeksi yang berkurang. Kemungkinan kematian mendadak akibat aritmia ganas sangat meningkat apabila fraksi ejeksi turun di bawah 35%. Tes apa yang harus dilakukan untuk fraksi ejeksi yang rendah? Ultrasonografi dapat digunakan untuk mengukur arah aliran darah, sifat aliran darah, kecepatan darah, aliran darah, jalur bundel aliran darah yang abnormal, dan bundel aliran darah yang abnormal untuk membantu ekokardiografi 2D, untuk mengidentifikasi lokasi dan jalur kelainan struktural dan untuk menentukan waktu shunt abnormal. 2. Pencitraan Pencitraan adalah salah satu alat yang paling penting dalam diagnosis penyakit kardiovaskular. Ini adalah tes yang relatif kompleks dan spesifik dengan risiko tertentu dan memerlukan indikasi yang ketat. Tes yang paling umum digunakan untuk fraksi ejeksi rendah adalah ultrasonografi dan kontras. Ultrasonografi, ultrasonografi kardiovaskular, adalah metode yang paling sederhana dan termudah untuk digunakan. Secara klinis, apabila terjadi aritmia ganas yang mengancam nyawa, terapi obat sering kali tidak efektif, dan satu-satunya pengobatan yang efektif adalah kejut listrik (kardioversi listrik), yang, jika tidak segera diberikan, dapat membunuh pasien dengan sangat cepat. Akses cepat ke defibrilator eksternal otomatis (AED) atau implantable cardioverter-defibrillator (ICD) dapat menyelamatkan nyawa sebagian besar pasien yang mengalami kematian mendadak. Implantasi ICD direkomendasikan untuk mencegah fraksi ejeksi yang rendah pada pasien dengan insufisiensi jantung akibat berbagai penyakit jantung, terutama jika EF di bawah 35%.