Apakah Anda tahu tentang kista hati?

  Banyak orang ditemukan memiliki kista hati selama pemeriksaan fisik. Jadi, penyakit apa yang dimaksud dengan kista hati? Apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya?  Kista hati adalah penyakit jinak yang relatif umum pada hati dan umumnya dapat dibagi menjadi kista parasit dan kista non-parasit. Kista hati yang pertama disebabkan oleh parasit, seperti sistiserkosis di daerah pastoral, dan kista hati yang sering kita rujuk adalah kista hati yang terakhir, yaitu kista non-parasit, yang dapat dibagi lagi menjadi kista hati bawaan dan kista hati yang didapat, sebagian besar kista hati yang ditemukan secara klinis adalah bawaan dan bisa hanya satu atau banyak, kista hati yang banyak juga disebut hati polikistik bawaan, sering disertai dengan penyakit polikistik pada ginjal atau organ lainnya.  Kista hati kecil biasanya berdiameter kurang dari 4 cm, biasanya tanpa gejala klinis dan sering ditemukan secara insidental selama pemeriksaan USG atau CT. Dalam kebanyakan kasus, kista ini bisa “hidup damai” dengan pasien selama sisa hidupnya, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kista hati yang besar dengan gejala sering muncul sebagai distensi abdomen, distensi abdomen kanan atas atau nyeri yang samar-samar, kista di permukaan atau massa besar yang dapat diraba, demam, menggigil, bengkak dan nyeri ketika kista dikombinasikan dengan infeksi bakteri, dan kadang-kadang penyakit kuning.  Kista hati adalah penyakit jinak, tetapi tidak boleh dianggap enteng ketika lesi kistik ditemukan di hati. Ketika kista hati ditemukan pada pemeriksaan fisik, seseorang harus secara aktif mencari konsultasi medis dan pemeriksaan lebih lanjut di bawah bimbingan spesialis untuk menyingkirkan kemungkinan kanker hati, dan perhatian harus diberikan untuk membedakan lesi dari abses hati, adenoma kistik hati, metastasis kistik, kista yang dienkapsulasi hati, dll untuk memperjelas diagnosis. Setelah didiagnosis sebagai kista hati, sebagian besar pasien harus diobservasi secara teratur untuk jangka waktu tertentu, dan jika tidak ada perubahan dinamis pada lesi, diagnosis kista hati akan lebih jelas dan lebih meyakinkan.  Kista hati bawaan dengan pertumbuhan yang lambat, kurang dari atau sama dengan 4 cm tanpa gejala, mungkin tidak memerlukan perawatan khusus. Jika kista sangat besar atau ditemukan membesar secara signifikan dengan pengamatan rutin, atau jika muncul gejala seperti perut kembung, demam, menggigil dan sakit kuning, maka harus segera diobati, dan metode pengobatannya meliputi: 1. Baik pengobatan Tiongkok maupun pengobatan barat tidak dapat membuat kista hilang atau menyusut.