Terapi diet Cina untuk leukemia akut

  Leukemia akut adalah kelainan hematologi klonal ganas di mana proliferasi sel progenitor dalam sumsum tulang menghambat hematopoiesis normal, dan dapat dibagi menjadi dua kategori: leukemia limfoblastik akut dan leukemia non-limfoblastik akut. Manifestasi klinis termasuk anemia, perdarahan, demam dan tanda-tanda serta gejala yang disebabkan oleh infiltrasi sel leukemia ke berbagai organ dan jaringan. Pasien pada fase akut harus diberi protein tinggi, makanan yang mudah dicerna, sementara ikan, udang, makanan laut, sapi, domba, anjing, daging ayam jantan, trotters babi, dan ketumbar adalah semua produk panas dan kering yang umumnya dikontraindikasikan.  Selama masa remisi, perhatian khusus harus diberikan pada masalah nutrisi. Karena fungsi gastrointestinal pasien rusak pada berbagai tingkat setelah kemoterapi dan perawatan terkait lainnya, tindakan operasional aktif adalah kunci untuk memulihkan fungsi gastrointestinal, meningkatkan pencernaan dan penyerapan makanan, dan memulihkan kekuatan fisik. Biasanya diberikan makanan tinggi protein, tinggi lemak, kaya vitamin dan suplemen. Selain itu, leukemia akut sebagian besar disebabkan oleh kejahatan beracun.  Resep berikut ini direkomendasikan: (1) Tahu rebus dengan jamur: 15 gram jamur, 1 potong kecil tahu, masing-masing 10 gram ham cincang dan kacang polong, dan bumbu dalam jumlah yang tepat. Persiapan: Cuci jamur setelah direndam, dan jernihkan air jamur untuk digunakan; potong tahu menjadi potongan-potongan panjang, rendam dengan air mendidih dan tiriskan. Tambahkan jamur, tahu, ham dan kacang polong, tambahkan garam dan didihkan selama sekitar 10 menit, kentalkan saus, bumbui dengan monosodium glutamat dan taburi dengan minyak wijen. Penggunaan: Sajikan dengan makanan. Efek: Mengencangkan qi, memperkuat limpa dan bermanfaat bagi lambung. Indikasi: Cocok untuk leukemia akut.  (2) Resep bawang putih dan tahu: 400g tahu muda, 100g bawang putih hijau, bumbu yang sesuai. Metode: Panaskan minyak sayur, setelah dingin hingga 60% panas, tambahkan bawang putih dan tumis hingga lembut, tambahkan potongan tahu, sambil menumis, tambahkan anggur kuning, kecap asin, garam, gula, dan bumbu lainnya dalam jumlah yang sesuai, lalu tambahkan sedikit air dan didihkan, kentalkan tipis-tipis, bumbui dengan MSG. Penggunaan: Sajikan bersama makanan. Efek: Tonik untuk defisiensi dan detoksifikasi. Indikasi: Cocok untuk leukemia akut.  (3) Resep terong panggang bawang putih: 25 gram bawang putih, 500 gram terong, garam, gula, kecap asin, monosodium glutamat, jahe, bawang putih, tepung kanji kering, minyak sayur, sup bening. Metode: Sobek ujung terong, cuci bersih, potong menjadi dua, potong permukaan setiap setengahnya menjadi salib dengan lebar sekitar 1 cm, lalu potong menjadi potongan persegi panjang dengan panjang sekitar 4 cm dan lebar 2 cm (potong dalam dan terus menerus). Potong setiap siung bawang putih menjadi dua. Panaskan wajan berisi minyak sayur dan saring sampai minyak berbuih dan berasap, lalu angkat. Saat minyak sudah agak dingin, masukkan terong ke dalam wajan satu per satu, tumis, tambahkan jahe parut, kecap asin, garam, bawang putih, dan kaldu, didihkan, didihkan selama 10 menit, balikkan, taburkan daun bawang cincang, kentalkan dengan kuah yang terbuat dari gula dan pati, dan campurkan monosodium glutamat. Petunjuk: Sajikan sesuka hati. Efek: Membersihkan panas darah, meningkatkan stagnasi qi, menghilangkan air dan kelembapan, dan mendetoksifikasi kejahatan. Indikasi: Untuk leukemia akut.  (4) Resep telur rebus kodok: 1 ekor kodok (hidup), 1 butir telur. Persiapan: cuci kodok, keluarkan organ dalam, masukkan telur ke dalam perut, jahit dan rebus selama 30-40 menit. Penggunaan: Ambil telur dan makanlah setiap hari. 7 hari adalah satu kali pengobatan, amati gejala dan gambaran darahnya, jika tidak ada reaksi yang merugikan, bisa diminum lagi. Efek: Detoksifikasi dan anti-kanker, membantu menghalau kejahatan. Indikasi: Untuk pasien leukemia akut.  (5) Resep sup melon musim dingin dan jelai: 300g melon musim dingin dan 30g jelai. Persiapan: Rebus keduanya bersama-sama selama 1 jam. Penggunaan: Ambil sup, tambahkan garam atau gula secukupnya dan minum sup, sekali sehari atau dua hari sekali. Efek: Memperkuat limpa, menghilangkan kelembapan, detoksifikasi dan membersihkan panas. Indikasi: Meningkatkan imunitas seluler dan humoral, memiliki efek anti-kanker tertentu dan cocok untuk pengobatan ajuvan leukemia dan tumor lainnya.