Apa saja bahaya proteinuria?

  Proteinuria pertama kali dideskripsikan oleh Dr Dekher pada tahun 1695, tetapi baru 232 tahun kemudian (1927), hubungan antara proteinuria dan penyakit ginjal diklarifikasi oleh Dr Bright. Pentingnya proteinuria dalam tubuh manusia, terutama pada penyakit ginjal, secara bertahap diakui setelah berbagai penelitian klinis dan laboratorium. Proteinuria adalah manifestasi klinis yang umum dari penyakit ginjal dan selalu dianggap sebagai “konsekuensi” dari penyakit ginjal. Hal ini telah mengarah pada kesadaran bahwa proteinuria sebenarnya adalah “toksin endogen”. Oleh karena itu, penting untuk tidak hanya berasumsi bahwa proteinuria dikeluarkan dari tubuh, karena dapat sangat berbahaya bagi tubuh. Proteinuria bukan hanya kehilangan protein nutrisi, tetapi juga dapat menyebabkan kerusakan pada glomerulus, tubulus dan interstitium, yang mengakibatkan glomerulosklerosis, fibrosis tubulus dan penyakit ginjal kronis, yang dapat berkembang menjadi penyakit ginjal stadium akhir (uremia) pada kasus yang parah. Sejumlah penelitian ilmiah telah mengkonfirmasi bahwa proteinuria adalah “faktor risiko independen pertama” untuk uremia, oleh karena itu, bahaya terbesar proteinuria adalah meracuni jaringan ginjal dan menyebabkan uremia! Oleh karena itu, menghilangkan proteinuria adalah salah satu tujuan terpenting dari perawatan penyakit ginjal kami! Tentu saja, toksisitas proteinuria tergantung pada jumlah dan durasi proteinuria. Jika proteinuria hanya bersifat sementara (temporer), maka tidak akan mempengaruhi tubuh.