Klasifikasi Gangguan Memori

  Gangguan memori mengacu pada keadaan di mana seseorang tidak dapat mengingat atau memanggil kembali informasi atau keterampilan, baik secara permanen atau sementara, yang mungkin disebabkan oleh penyebab patofisiologis atau situasional. Memori mencakup pengenalan, retensi dan reproduksi dan terkait erat dengan fungsi neuropsikologis. Menurut penelitian neurofisiologis dan biokimia, memori dibagi menjadi memori sesaat (dalam hitungan menit dan detik), memori jangka pendek (beberapa hari), dan memori jangka panjang (berbulan-bulan dan bertahun-tahun). Memori dan lupa terjadi bersamaan dan lupa memiliki pola temporal dan selektif. Materi yang baru dihafalkan paling cepat dilupakan, secara bertahap berkembang menjadi lupa, dan hal-hal yang pernah menarik perhatian tingkat tinggi lebih sulit untuk dilupakan. Kategori berikut ini digunakan: 1. Hipermnesia (peningkatan daya ingat) Umumnya pasien dengan hipomania memiliki asosiasi “tak terlupakan” yang dipercepat dan mampu mengingat detail peristiwa masa lalu yang biasanya tidak dapat mereka ingat.  2. Hipomnesia adalah penurunan umum dalam fungsi proses memori, yang paling sering terlihat pada pasien dengan gangguan otak organik seperti demensia, tetapi juga pada orang lanjut usia yang normal.  3. Amnesia Ketidakmampuan untuk mengingat kembali suatu peristiwa atau pengalaman disebut dengan recall gap dan dapat mempertahankan fungsi ingatan. Hal ini terjadi setelah stres psikologis dan sering terlihat pada gangguan disosiatif seperti gangguan kecemasan akut.  4. Paramnesia Suatu jenis kesalahan ingatan di mana pasien mengingat peristiwa yang secara pribadi pernah dialaminya dengan kesalahan atau kebingungan tentang tempat dan terutama waktu, seperti mengingat peristiwa yang terjadi selama periode waktu tersebut seolah-olah terjadi pada waktu yang lain.  5. Konfabulasi juga merupakan kesalahan ingatan di mana pasien melupakan pengalaman pribadi dan mengisi dan menggantinya dengan cerita yang sepenuhnya fiktif. Pasien dengan demensia dan psikosis alkoholik kronis.  6. Kryptomnsia, juga dikenal sebagai ingatan yang terdistorsi, adalah ketika seseorang mengingat pengalaman orang lain dan apa yang telah dilihat dan didengarnya sebagai pengalamannya sendiri atau mengingat pengalamannya sendiri sebagai pengalaman orang lain yang telah dilihat dan didengarnya.