Hal-hal penting dalam pemberian susu untuk anak usia 1_3 tahun

  Setelah usia 1 tahun, anak-anak telah belajar untuk makan berbagai macam makanan dan susu tidak lagi menjadi makanan pokok. Namun, karena susu mengandung protein berkualitas tinggi dan kaya akan kalsium, anak-anak masih perlu diberikan 400-500 ml susu setiap hari.  Konsumsi susu yang berlebihan dapat menyebabkan hal-hal berikut: 1. Kegemukan atau bahkan obesitas, terutama saat menyusu di malam hari; 2. Kurangnya latihan mengunyah dan menelan makanan padat serta penolakan terhadap makanan pendamping ASI; 3. Ketidakseimbangan nutrisi di dalam tubuh dari waktu ke waktu, seperti kurangnya seng dan zat besi, yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan bahkan menurunkan fungsi kekebalan tubuh; 4. Fungsi pencernaan yang tidak normal dan sembelit.  1, seperti dampak makan siang hari yang normal, kurangi atau hentikan pemberian makan malam (lakukan pemberian makan bertahap dari transisi susu encer ke air biasa dan berhenti); 2, hanya menggunakan botol dan tidak ingin mencoba menggunakan sendok atau makan makanan padat, kemudian atur tiga kali makan dengan orang dewasa saat anak berpuasa pemberian makan interaktif, yaitu tatap muka, beri anak sendok kecil atau kesempatan untuk menggenggam makanan, tidak takut pada serigala anak, terima anak “memberi makan untuk makan”, meskipun ada Sekalipun ada sedikit makan sendiri, itu harus terus didorong, jangan menyalahkan atau kebosanan, setiap kali makan tidak melebihi 25 menit, satu jam setelah pengaturan makanan ringan dan susu dan secara bertahap menggunakan mangkuk, cangkir, bukan botol; 3, jumlah susu yang terlalu sedikit untuk mempengaruhi pertumbuhan dapat ditambahkan keju atau yogurt dalam jumlah yang tepat.  Hindari pemberian makanan yang berlebihan karena makanan padat yang terlalu sedikit; 5. Jika terjadi sembelit, cari penyebabnya dan lakukan tindakan seperti hidrasi, ubah komposisi susu bubuk dengan menambahkan madu, pendamping susu atau probiotik seperti Firebreath, pijat perut searah jarum jam (3 kali sehari, 10 menit setiap kali), minum obat anti sembelit jika perlu, dan tingkatkan jumlah makanan berserat tinggi (buah-buahan dan sayuran, kacang-kacangan, dll.) sesuai kemampuan anak untuk menerimanya. Tingkatkan variasi dan jumlah makanan berserat tinggi (buah, sayur, kacang-kacangan, dll.) sesuai dengan kemampuan anak untuk menerimanya. Transisi menuju pola makan orang dewasa ini tidak hanya membutuhkan kesabaran dan kasih sayang, tetapi juga sikap ilmiah dan pengetahuan tentang psikologi anak, sehingga perilaku makan anak dilihat sebagai proses pertumbuhan yang alami dan menyenangkan.