Proses mengembangkan nutrisi yang tepat dan perilaku makan yang baik pada anak-anak melibatkan kesabaran, usaha, disiplin, usaha dan tanggung jawab dari orang tua. Hal ini mengajarkan kita filosofi bahwa orang tua dan anak tumbuh bersama. Berikut adalah sepuluh tips untuk membuat anak Anda menikmati makan, cobalah! Tips 1: Ciptakan suasana makan yang santai. Ikuti perkembangan karakter anak Anda sepenuhnya, sehingga ia dapat tumbuh sehat dan bahagia di tahap pertama kehidupannya. Makan adalah kebutuhan pertama untuk bertahan hidup dan kesenangan pertama. Memaksa, menggoda, menyuap, atau mengancam anak untuk memenuhi standar porsi makan yang ditetapkan oleh ibu mereka dapat menimbulkan dampak psikologis yang buruk. Biarkan anak Anda makan secara mandiri, dan untuk anak yang lebih besar, biarkan dia memilih waktu makannya sendiri dengan caranya sendiri, atau mengatur ukuran makanannya sendiri. Anda juga dapat mengundang teman sebaya anak untuk berkumpul untuk makan bersama. Sesuaikan makanan dengan individu dan situasi sehingga proses makan menjadi percaya diri dan menyenangkan. Tip 2: Tetapkan ‘aturan meja makan’. Menegakkan aturan waktu makan yang baik akan membantu anak Anda mengembangkan kebiasaan yang baik. Aturan 1: Ada waktu dan tempat yang ditentukan untuk makan dan anak-anak memiliki peralatan makan sendiri. Aturan 2: Setiap kali makan tidak boleh lebih dari 25 menit. Aturan 3: Tidak boleh menonton TV saat makan. Aturan 4: Sopan santun di meja makan. Tip 3: Buatlah sebuah platform untuk memuji. Ketika anak-anak mulai bekerja sama dan mengikuti “aturan meja”, orang tua dapat mendorong mereka dengan menawarkan hadiah kecil, bukan dalam bentuk makanan, tetapi dengan cara yang disukai dan diterima anak, seperti menceritakan sebuah cerita, membelikan mainan, buku bergambar, atau perjalanan akhir pekan ke taman. perjalanan akhir pekan ke taman, dll. Kadang-kadang, peningkatan kinerja sekecil apa pun harus disambut dengan pujian, acungan jempol, atau pelukan. Tapi ingat, pujian tidak boleh disertai dengan melanggar aturan. Tip 4: Variasikan rasa makanan. Anak-anak biasanya menyukai makanan yang manis dan asam, direbus dan saus tomat. Orang tua mungkin ingin berkonsultasi dengan anak-anak mereka tentang jenis makanan pokok yang ingin mereka makan, seperti roti, pangsit dan pangsit, selain nasi; nasi juga dapat divariasikan dengan menambahkan jagung, kacang-kacangan dan daging potong dadu ke dalam nasi untuk mendapatkan warna dan nutrisi yang baik. Tip 5: Memanusiakan strategi pengasuhan anak. Adalah hal yang umum bagi orang dewasa untuk melakukan segalanya untuk membantu menyuapi anak-anak mereka, selalu khawatir bahwa meja, lantai dan pakaian akan dipenuhi dengan sup, sayuran dan nasi, dan tidak membiarkan mereka makan sendiri. Anak-anak di atas usia 3 tahun sudah lebih mahir menggunakan sumpit dan sendok dan harus didorong untuk menghabiskan makanannya sesuai dengan waktu yang ditentukan. Jangan ingatkan anak Anda untuk “Jangan bergerak!” karena takut terbakar atau tersedak atau kotor. “Jangan jatuhkan sebutir nasi pun!” Hal ini dapat menyebabkan anak Anda kehilangan kepercayaan diri dan nafsu makan. Tip 6: Ajaklah anak Anda ke dapur. Anak-anak senang bermain di dapur, jadi Anda dapat menggunakan bahan-bahan lokal dan melibatkan mereka secara langsung dalam proses memasak. Misalnya, jika ibu Anda sedang memasak, berikan dia panci, spatula, mangkuk plastik dan beberapa sayuran yang tidak akan dia gunakan untuk sementara waktu, dan bantu dia untuk “membuat panci baru” di pintu dapur dan memasak makanan dengan cara yang layak. Jika Anda membuat pangsit di rumah, cucilah tangan kecilnya dan berikan adonan untuk dibuat bersama ibunya. Anak akan sangat senang ketika hal ini terjadi. Kemudian, dia memasak pangsit bersamanya di dalam panci dan dia memakannya dengan sangat baik. Kegembiraan dan kehangatan hubungan ibu dan anak adalah sesuatu yang tidak dapat ditandingi oleh mainan dapur plastik. Kiat 7: Kekuatan teladan orang tua tidak terbatas. Orang tua memimpin dengan memberi contoh dan anggota keluarga bekerja sama untuk mengikuti aturan meja makan, misalnya dengan memperhatikan siapa yang belum duduk di meja, sehingga anak-anak merasa bahwa mereka tidak hanya makan, tetapi juga menikmati waktu makan mereka. Jika memungkinkan, hilangkan pemicu bagi anak untuk bermain saat makan dan sedapat mungkin jeda waktu menonton TV dengan waktu makan. Ketika anak mencapai usia sekitar tiga tahun, ia harus diarahkan untuk duduk dengan patuh dan makan di meja yang sama dengan orang dewasa. Hal ini sama saja, baik anak makan banyak atau sedikit. Anak akan merasakan dari orang tuanya bahwa makan tidak lagi menjadi beban, tetapi merupakan suatu kesenangan dan kegembiraan. Orang tua akan terkejut menemukan bahwa beberapa metode sederhana bekerja seperti sulap dan anak-anak tidak lagi hanya makan dan meninggalkan makanan di piring mereka. Anak-anak juga akan mengerti bagaimana cara mengontrol pola makan mereka sesuai dengan kebutuhan mereka, sambil mulai bereksperimen dengan makanan segar dan sehat. Tip 8: Gunakan peribahasa, pepatah, dan lagu. Misalnya, “Makan lobak di musim dingin, makan jahe di musim panas, Anda tidak perlu resep dokter”, “Sebuah apel sehari, dokter tidak akan mencari saya”, “Lobak dan kubis berbeda”, “Sayuran hijau dan tahu bergizi”. “Ungkapan-ungkapan ini mudah dimengerti dan kekanak-kanakan, dan kebanyakan anak senang mendengar dan memahaminya. Menggunakan cerita pendek juga berguna untuk menginspirasi anak-anak agar tertarik pada makanan. Misalnya, si Fulan tumbuh dengan minum susu, itulah sebabnya ia menjadi juara; si Fulan, raja animasi, suka makan ikan, itulah sebabnya ia sangat pintar dan cakap. Ekspresi penghargaan orang tua dan bahasa yang berlebihan sering kali dapat memicu nafsu makan anak. Tip 9: Tingkatkan jumlah aktivitas di luar ruangan. Kurangnya intensitas olahraga atau aktivitas dan sedikitnya aktivitas juga dapat menyebabkan kurangnya rasa lapar. Penting untuk menjadwalkan sejumlah olahraga untuk anak Anda setiap hari. Pada saat yang sama, ada tahapan penyesuaian dalam pertumbuhan anak, misalnya, anak berusia tiga tahun akan memiliki periode nafsu makan yang lebih kecil, yang merupakan penyesuaian fisiologis. Berikan camilan dalam jumlah sedang setelah beraktivitas, baik dari segi jumlah maupun waktu (tidak boleh ngemil satu jam sebelum makan). Jika terjadi penurunan jumlah makanan secara tiba-tiba setelah berolahraga, apakah itu terlalu intens atau ada gangguan pada perut, atau apakah itu masalah emosional. Ibu harus mengamati dengan seksama, menganalisis dengan tenang dan mengatasi masalah dengan cara yang tepat. Tip 10: Berikan anak Anda kebebasan untuk memilih. Sama seperti orang dewasa, anak-anak memiliki pilihan makanan yang baik dan buruk. Di satu sisi, anak yang pilih-pilih makanan merupakan tanda bahwa ia sedang mengembangkan ‘sense of self’, yang berarti bahwa ia sedang belajar untuk membuat keputusan sendiri dan ingin memilih makanan sesuai dengan kesukaannya. Biarkan anak Anda memiliki beberapa pilihan, biarkan dia memilih peralatan makan dan pengaturan tempat duduk, dan selingi waktu makan dengan percakapan ringan tentang pendidikan makanan dan gizi. Ibu dapat memberikan beberapa saran tentang pemilihan makanan tertentu (misalnya, apa yang harus dimakan pertama kali dan apa yang harus dimakan kedua, apa yang harus dicampurkan dengan makanan tertentu). Jika nafsu makan atau selera makan anak Anda berubah karena alasan fisik, jangan tunjukkan kekhawatiran atau kecemasan yang berlebihan di depan anak Anda, dan jangan terlalu akomodatif; sesuaikan variasi makanan dengan tepat dan akan kembali normal setelah beberapa waktu.