Henti jantung memiliki gejala awal pada beberapa kasus, dan beberapa pasien dapat mengalami nyeri dada, sesak napas, kelelahan, palpitasi, nyeri dada yang parah, palpitasi mendadak, sesak napas akut, dan pusing. Namun, beberapa pasien tidak memiliki tanda-tanda sebelumnya.
Henti jantung dibagi menjadi empat fase: fase prodromal, fase kejadian terminal, henti jantung, dan kematian biologis.
Fase prodromal dan fase kejadian terminal terjadi sebelum henti jantung dan dapat dimanifestasikan secara klinis. Fase prodromal mengacu pada periode beberapa hari atau beberapa bulan sebelum henti jantung, ketika beberapa pasien mungkin mengalami nyeri dada, sesak napas, kelelahan, dan jantung berdebar.
Periode kejadian terminal terjadi selama periode antara perubahan cepat dalam sistem kardiovaskular dan henti jantung, yang dapat berlangsung sesingkat atau selama satu jam, dan dapat muncul dengan manifestasi klinis yang berbeda, biasanya nyeri dada yang parah, palpitasi yang timbul secara tiba-tiba, sesak napas akut, pusing, dsb. Namun demikian, beberapa pasien mungkin tidak memiliki gejala sebelumnya. Namun, beberapa pasien mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun sebelumnya.
Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, Anda harus segera berkonsultasi dengan rumah sakit untuk menghindari keterlambatan penanganan.