TUJUAN: Untuk membandingkan MRI seluruh tubuh (WB-MRI) dengan pemeriksaan klinis dalam penilaian aktivitas penyakit pada juvenile dermatomyositis (JDM). METODE: MRI seluruh tubuh diperoleh pada 41 pasien dengan JDM dan 41 kontrol dengan menggunakan pemindai MRI 1,5T dan sekuens pemulihan inversi τ pendek, dan 18 pasien ditindaklanjuti dengan pemeriksaan WB-MRI. Kelainan otot, jaringan subkutan dan myofascial dinilai berdasarkan 36 kelompok otot dan keterlibatan proksimal dan distal ekstremitas. WB-MRI dan penilaian klinis dilakukan secara bersamaan dan hasilnya dibandingkan. Prosedur validasi termasuk analisis kredibilitas dan reliabilitas, validitas konstruk, daya penyaringan dan daya tanggap. Hasil: WB-MRI mengidentifikasi infiltrat inflamasi otot di tungkai distal (26/41 pasien) dan lengan bawah (19/41 pasien) yang tidak terdeteksi oleh pemeriksaan klinis, sementara WB-MRI mampu secara akurat menilai keterlibatan subkutan (23/41 pasien) dan miofasial (13/41 pasien). 27 pasien menunjukkan distribusi tambal sulam respons inflamasi otot di area sinyal tinggi yang tidak normal, namun, pada 7 pasien, sinyal abnormal tersebut homogen. Terdapat korelasi yang baik antara skor otot WB-MRI dan aktivitas penyakit (tes kekuatan otot: rs = -0,84, kriteria penilaian miositis Childhood: rs = -0,81). Pasien dengan dermatomiositis juvenil aktif memiliki skor WB-MRI yang lebih tinggi (Pb<0,0001) dan responsif yang lebih baik (rata-rata respons terstandardisasi = 1,65) dibandingkan dengan kontrol dan pasien dengan dermatomiositis juvenil tidak aktif. Dari tindak lanjut WB-MRI, sembilan pasien menunjukkan remisi peradangan, sedangkan hanya lima pasien yang memenuhi kriteria remisi klinis, sebagaimana dinilai oleh kriteria klinis. KESIMPULAN: WB-MRI memberikan informasi tambahan untuk penilaian klinis pasien dengan dermatomiositis juvenil dan menjanjikan untuk menjadi alat yang ampuh untuk menilai respons inflamasi secara keseluruhan pada dermatomiositis juvenil, mengembangkan rencana pengobatan individual, dan memantau kemanjuran pengobatan.