Seseorang yang memiliki urine di dalam kandung kemih selama 6 jam hingga 8 jam setelah melahirkan dan tidak dapat mengeluarkannya sendiri disebut retensi urine pascapersalinan. Ini adalah salah satu komplikasi umum dari kebidanan, yang sering mempengaruhi kontraksi uterus, yang menyebabkan peningkatan perdarahan vagina, meningkatkan rasa sakit pada ibu dan juga merupakan faktor penting yang menyebabkan infeksi sistem saluran kemih pascapersalinan: 1. Infeksi saluran kemih. Dinding perut menjadi rileks karena dilatasi yang berlangsung lama selama kehamilan dan tekanan perut menurun, mengakibatkan ketidakmampuan untuk buang air kecil; 4. Insisi lateral perineum pascapersalinan atau robekan perineum menyebabkan trauma vulva yang menyakitkan, yang mengganggu fungsi saraf kandung kemih yang dipersarafi dan secara refleks menyebabkan kejang pada sfingter kandung kemih, yang mengakibatkan retensi urin pascapersalinan; 5. Retensi urin pascapersalinan. Penggunaan obat antispasmodik dan obat penenang dosis tinggi, seperti magnesium sulfat dan skopolamin untuk sindrom hipertensi gestasional, dapat mengurangi tonus kandung kemih dan menyebabkan retensi urin. Dengarkan suara air mengalir Gunakan refleks yang dikondisikan untuk meringankan penghambatan buang air kecil dan membuat pasien merasa ingin buang air kecil, sehingga mendorong buang air kecil. Letakkan handuk panas atau kantung air panas di area kandung kemih di perut bagian bawah pasien dan gunakan panasnya untuk membuat otot-otot perut yang rileks berkontraksi dan meningkatkan tekanan perut untuk meningkatkan buang air kecil. 3. Metode Pemijatan Letakkan tangan Anda di tonjolan kandung kemih di perut bagian bawah pasien dan pijat dengan lembut ke kiri dan ke kanan sebanyak 10 hingga 20 kali, kemudian gunakan telapak tangan Anda untuk mendorong dan menekan ke bawah dari bagian bawah kandung kemih pasien untuk mengurangi sisa air seni di dalam kandung kemih; 3. Perawatan Akupunktur Titik-titik akupunktur dapat dilakukan di bagian perut dan ekstremitas, seperti Zhongji, Guanyuan, Qihai, dan Sanyinjiao. Alat ini dapat disambungkan ke jarum listrik dan dibiarkan selama 20-30 menit, dan biasanya buang air kecil dapat dilakukan dalam 1-2 kali perawatan. Kesimpulannya: terapi akupunktur memiliki kemanjuran yang signifikan dan tanpa efek samping, dan layak untuk dipromosikan secara klinis.