Uji klinis global berskala besar seperti NASCET, ECST dan ACAS telah menunjukkan efektivitas endarterektomi karotis (CEA) dalam mencegah stroke, dan CEA tetap menjadi pengobatan ‘standar emas’ untuk stenosis karotis. Sebagai prosedur pencegahan, CEA harus dilakukan dengan indikasi yang ketat. American Heart Association AHA merekomendasikan indikasi berikut: Indikasi absolut: (1) satu atau lebih TIA dalam waktu 6 bulan, dimanifestasikan oleh defisit neurologis terbatas yang signifikan atau kebutaan unilateral dalam waktu 24 jam dan stenosis karotis ≥ 70%; (2) satu atau lebih stroke ringan yang tidak melumpuhkan dalam waktu 6 bulan, dengan tanda atau gejala yang bertahan lebih dari 24 jam dan stenosis karotis ≥ 70%. Indikasi relatif: (1) stenosis karotis asimtomatik ≥70%; (2) stenosis karotis simtomatik atau asimtomatik <70% tetapi angiografi atau tes lain menunjukkan lesi stenotik yang tidak stabil, misalnya ketidakteraturan permukaan stenotik, ulserasi, atau trombosis; (3) restenosis berat setelah operasi cea simtomatik. < span="">Selain itu, CEA harus dipertimbangkan pada pasien asimtomatik dengan stenosis ≥70% yang memiliki infark serebral ipsilateral pada CT (stroke okultisme) atau yang sedang mempersiapkan pembedahan besar dengan keadaan kehilangan darah dan hipoperfusi yang mendasari (pembedahan aorta, pencangkokan bypass arteri koroner, dll.).