Gejala neurosis jantung

  Timbulnya neurosis jantung sering kali dipicu oleh kecemasan, tekanan emosional, trauma, atau kelelahan. Gejalanya biasanya sangat mirip dengan serangan jantung akut, biasanya tanpa bukti penyakit jantung organik, dan dapat dikombinasikan dengan manifestasi neurosis lainnya. Neurosis jantung sulit didiagnosis berdasarkan gejala-gejala yang ada, dan penyakit organik harus disingkirkan sebelum diagnosis dapat ditegakkan.  Gejala kardiovaskular neurosis jantung meliputi sesak dada, panik, sesak napas, sesak di daerah prekordial, dan bahkan rasa nyeri dan hampir mati pada beberapa pasien.  2 . Gejala disfungsi otonom: seperti keringat berlebih, tangan dan kaki dingin, tremor pada kedua tangan, sering buang air kecil, peningkatan frekuensi buang air besar atau sembelit, dll.  3, gejala lain: pusing, insomnia, mimpi yang berlebihan, dan gejala lainnya.  Neurosis jantung kebanyakan terjadi pada orang dewasa muda, paling sering antara usia 20 dan 40 tahun, dan paling sering pada wanita, terutama wanita menopause. Tidak ada bukti patologis penyakit jantung organik. Keluhan pasien sangat banyak dan tersebar, tidak memiliki hubungan intrinsik, dan gejalanya bervariasi tanpa bukti penyakit pada pemeriksaan objektif. Pemeriksaan fisik pasien sering kali tidak menunjukkan tanda-tanda positif dan denyut jantung mungkin cepat atau denyut prematur kadang-kadang terjadi. Beberapa pasien mungkin mengalami peningkatan bunyi jantung, murmur sistolik pendek, atau tekanan nadi yang sedikit meningkat. EKG dapat menunjukkan sinus takikardia, denyut prematur sesekali, atau perubahan gelombang ST-T yang tidak spesifik.