Apa yang dimaksud dengan Gangguan Somatoform

Pertama, apa itu gangguan somatoform: gangguan somatoform ditandai dengan ketidaknyamanan somatik sebagai manifestasi utama, tetapi keberadaan penyakit organik yang jelas tidak dapat dikonfirmasi. Pasien karena ketidaknyamanan fisik berulang kali ke dokter, melakukan berbagai tes, hasil yang normal dan penjelasan dokter yang berulang-ulang tidak dapat menghilangkan kekhawatiran pasien akan kesehatannya sendiri. Beberapa pasien mungkin memang memiliki penyakit tertentu pada tingkat yang lebih rendah, tetapi pasien cenderung melebih-lebihkan tingkat penyakit dan khawatir berlebihan tentang kesehatan mereka. Usia timbulnya penyakit ini sebagian besar sebelum usia 30 tahun, dan terutama terjadi pada wanita pedesaan. Pasien seperti ini umumnya kurang berpendidikan dan lebih mudah dipengaruhi. Timbulnya dan perkembangan keluhan somatik pada sebagian besar pasien terkait dengan kejadian hidup yang merugikan, tetapi pasien sering menyangkal adanya faktor psikologis. Kedua, manifestasi klinis gangguan somatoform: Manifestasi klinis gangguan somatoform bervariasi, dan umumnya meliputi ketidaknyamanan somatik, ketidaknyamanan kardiovaskular dan pernapasan, rasa sakit yang tidak dapat dijelaskan, dan rasa takut akan penyakit. Kinerja spesifiknya adalah sebagai berikut: 1, ketidaknyamanan fisik: pasien dengan berbagai manifestasi penyakit, dapat melibatkan banyak organ tubuh, ketidaknyamanan gastrointestinal yang umum, seperti: cegukan, refluks asam, mual, dll.; sensasi kulit yang tidak normal, seperti: gatal, kesemutan, mati rasa, nyeri dan nyeri, dll.; untuk ketidaknyamanan di atas pemeriksaan pemeriksaan tidak dapat ditemukan untuk perubahan yang sesuai pada kelainan tersebut, sering disertai dengan suasana hati, kesal, gelisah, dan emosional lainnya. Gejala. Pasien seperti itu umumnya memiliki perjalanan penyakit yang lebih lama, fluktuasi kronis, terkadang baik, terkadang buruk, dalam interaksi sosial, hubungan interpersonal, dan aspek lain dari masalah. 2 . Ketidaknyamanan sistem kardiovaskular dan pernapasan: Dengan merasakan ketidaknyamanan kardiovaskular dan pernapasan sebagai manifestasi utama, pasien akan memiliki manifestasi yang berbeda, seperti jantung berdebar, sesak napas di daerah dada, sesak napas, nyeri dada yang mengembara, sensasi terbakar dan sesak. Elektrokardiogram biasa, elektrokardiogram dinamis, USG jantung, angiografi koroner, CT dada, tes fungsi paru tidak dapat menemukan bukti gangguan yang signifikan, dan pasien bersikeras bahwa ada masalah pada sistem kardiovaskular atau pernapasan. 3. Nyeri yang tidak dapat dijelaskan: pasien sering mengklaim bahwa ada rasa sakit yang parah, tetapi tidak ada reaksi fisiologis yang terkait dengan nyeri organik, dan pemeriksaan yang relevan tidak dapat menemukan penyakit fisik yang sesuai. Keluhan yang paling umum dari pasien ini adalah sakit kepala, nyeri punggung bawah dan nyeri wajah atipikal, waktu dan lokasi nyeri berubah dari waktu ke waktu, dan penggunaan obat penghilang rasa sakit seringkali tidak efektif. 4, khawatir tentang penyakit: jenis penyakit ini pasien khawatir bahwa mereka menderita beberapa jenis penyakit serius, kesehatan mereka terlalu khawatir, sering menceritakan ketidaknyamanan, mencari perawatan medis, berbagai hasil tes tidak menemukan abnormal, penjelasan dokter yang berulang-ulang tidak dapat menghilangkan keraguan pasien. Sebagian kecil pasien merasa panca indera tidak benar atau ada bagian tubuh tertentu yang mengalami kelainan bentuk, meskipun tidak ada bukti obyektif, namun tetap harus berobat ke dokter, pemeriksaan berulang kali, atau melakukan segala macam operasi ortopedi, namun setelah operasi tetap saja tidak dapat menghilangkan keraguannya. Pengobatan gangguan somatoform: Pasien dengan gangguan somatoform sering disertai dengan kecemasan, depresi, insomnia dan gejala lainnya, dan berinteraksi dengan gejala ketidaknyamanan fisik, sehingga perlu menggunakan obat untuk memperbaiki gejala kecemasan dan depresi sedini mungkin berdasarkan penilaian. Selain obat-obatan, kombinasi psikoterapi dan fisioterapi (fisioterapi, akupunktur, dll.) mungkin efektif. Pasien dengan gangguan somatoform memiliki manifestasi ketidaknyamanan fisik yang berbeda dan perlu dinilai secara rinci untuk mengembangkan rencana perawatan individual. Secara umum diyakini bahwa ciri-ciri kepribadian pasien dan emosi yang tidak menyenangkan dapat membuat persepsi menjadi peka, menyebabkan pasien memiliki informasi yang lebih peka terhadap tubuh, dan secara tidak sadar akan memperhatikan sensasi tubuh dan menjelaskannya dengan ketidaknyamanan somatik. Telah ditemukan bahwa pasien dengan tingkat melek huruf yang rendah biasanya kurang mampu mengekspresikan emosi batin mereka dengan kata-kata, dan relatif lebih mudah bagi pasien untuk menggambarkan ketidaknyamanan somatik. Beberapa pasien menganggap emosi yang buruk sebagai tanda ketidakmampuan dan enggan untuk mengekspresikan emosi tersebut secara langsung, sedangkan ketidaknyamanan somatik dapat menjadi bentuk ekspresi yang dapat diterima. Pasien seperti itu mungkin secara tidak sadar menyembunyikan suasana hati yang buruk tetapi terlalu fokus pada keluhan somatik mereka. Oleh karena itu, selain minum obat untuk memperbaiki gejala depresi dan kecemasan, pasien perlu menggabungkan psikoterapi dengan pemahaman yang komprehensif tentang penyakit yang mereka derita, untuk memperbaiki pandangan yang salah tentang penyakit tersebut, dan berusaha untuk cepat sembuh.