Posisi anggota tubuh yang baik pada stroke hemiplegia

Salah satu alat rehabilitasi dasar ini adalah penempatan anggota tubuh dalam posisi yang baik. Seperti namanya, ini adalah posisi atau postur di mana anggota tubuh ditempatkan untuk mempertahankan fungsi yang baik. Hal ini karena setelah hemiplegia, tubuh rentan terhadap kejang pada otot anti gravitasi, yaitu kejang fleksor pada tungkai atas dan kejang ekstensor pada tungkai bawah. Oleh karena itu, penempatan posisi tungkai yang baik sangat spesifik untuk pola spastisitas ini. Istirahat di tempat tidur awal untuk hemiplegia dapat dilakukan dalam 3 posisi secara bergilir: terlentang, sisi yang sehat dan sisi yang sakit, sebaiknya lebih banyak pada posisi menyamping, dengan posisi terlentang umumnya digunakan secara relatif hemat. Posisi terlentang: pada tungkai atas yang terkena, rentangkan skapula ke depan dan angkat ke atas sejauh mungkin, letakkan bantal lembut di bawah skapula; sendi bahu diculik dengan sudut 45° terhadap tubuh; sendi siku dan pergelangan tangan direntangkan dengan telapak tangan menghadap ke atas; jari-jari tangan direntangkan sedikit terbuka dan ibu jari diculik. Tungkai bawah pada sisi yang sakit: bantal empuk di bawah pinggang dan pinggul, pinggul sedikit diputar ke dalam; lutut sedikit ditekuk, bantal kecil di bawah lutut; telapak kaki tidak boleh menyentuh apa pun. Pada posisi sisi yang sehat: pada tungkai atas yang sakit, rentangkan bahu ke depan, jaga agar siku dan pergelangan tangan tetap terentang dan letakkan bantal empuk di bawah ketiak agar bahu dan tungkai atas tidak terangkat. Tungkai bawah pada sisi yang sakit, pinggul sedikit ditekuk, diluruskan ke depan, lutut ditekuk dan pergelangan kaki sedikit dorsofleksi secara pasif. Tungkai yang sehat dapat ditempatkan secara alami Pada tungkai atas yang terkena, bahu diulurkan ke depan, lengan bawah diputar ke belakang sehingga siku dan pergelangan tangan terulur, telapak tangan ke atas dan jari-jari terulur. Tungkai bawah, tungkai yang sehat di depan, tungkai yang sakit di belakang, lutut ditekuk pada sisi yang sakit, dorsofleksi sedikit pasif pada sendi pergelangan kaki. Penempatan awal posisi tungkai yang baik dan gerakan sendi yang moderat, bersama dengan rehabilitasi yang efektif seperti gerakan aktif dan latihan gaya berjalan yang mengurangi berat badan, sebagian besar pasien hemiplegia dapat memperoleh hasil yang baik.