Apa yang dimaksud dengan retensi urin pascakelahiran?

  Retensi urin pascapersalinan adalah suatu kondisi di mana urin tersimpan di dalam kandung kemih setelah melahirkan dan tidak dapat dikeluarkan dengan lancar. Penyebabnya terutama terkait dengan penurunan tekanan panggul yang tiba-tiba, aktivitas fisik yang berlebihan selama persalinan, dan anestesi setelah operasi caesar.  Penyebab paling umum dari retensi urin pascapersalinan adalah penurunan tekanan panggul secara tiba-tiba setelah melahirkan dan lemahnya kontraksi perut akibat relaksasi otot-otot dinding perut, yang membutuhkan tekanan dan pijatan pada perut untuk mendorong buang air kecil. Kedua, persalinan normal bisa sangat membebani energi dan kekuatan pasien, dan hal ini, bersama dengan relaksasi otot-otot perut, dapat menyebabkan retensi urin. Bagi pasien yang menjalani operasi caesar, efek obat anestesi intraoperatif juga menjadi penyebab retensi urin, yang dapat berangsur-angsur membaik ketika anestesi mereda. Pada kasus retensi urin akut, rekomendasi pertama adalah melakukan kateterisasi dan membiarkan kateter terpasang untuk mengalirkan urin. Dalam kasus kelahiran normal, kompres panas dan pijatan pada perut bagian bawah dapat dilakukan secara bersamaan.  Singkatnya, ada banyak penyebab retensi urin pascakelahiran, yang paling umum adalah penurunan tekanan panggul secara tiba-tiba setelah kelahiran, relaksasi otot perut, dan anestesi.