Cara mengobati sembelit pada anak

Sembelit tidak hanya terjadi pada orang dewasa, bayi juga dapat mengalami sembelit karena perawatan yang tidak tepat. Orang tua harus mengawasi pergerakan usus bayi mereka sambil mengawasi makanan dan pakaian bayi mereka. Karena makanan bayi telah menjadi semakin halus, sembelit menjadi semakin umum terjadi. Sembelit memiliki dampak tertentu pada pertumbuhan dan perkembangan bayi, tetapi tidak mudah untuk mengatasinya. Oleh karena itu, banyak ibu yang cemas dan pusing, sering merasa tidak berdaya. Jadi bagaimana kita dapat menghindari sembelit pada bayi, dengarkan penjelasan para ahli. Perawatan terbaik untuk sembelit ringan yang dapat sembuh sendiri (bayi yang mengalami kesulitan buang air besar) adalah pengamatan yang cermat dan bimbingan orang tua yang sabar untuk membantu bayi memperbaiki kebiasaan buang air besar yang buruk. Untuk konstipasi yang memerlukan pengobatan, tidak ada bukti bahwa 2 minggu laktulosa 2-4% efektif. Tidak jelas apakah termometri intra-anal, penggunaan gliserin, dan pemberian jus buah yang mengandung sorbitol bermanfaat atau berbahaya, tetapi yang paling berbahaya adalah penggunaan enema natrium fosfat dan penggunaan minyak mineral, yang merupakan kontraindikasi pada bayi yang mengalami sembelit. Frekuensi dan konsistensi tinja pada bayi sering berfluktuasi secara fisiologis dan sebagian tergantung pada pola makan. Tabel I merangkum jenis-jenis gangguan usus fungsional yang umum terjadi pada bayi dan anak kecil serta gejala-gejala yang menyertainya. Gangguan usus fungsional pada anak kecil sering kali merupakan kelanjutan dari kesulitan buang air besar yang mereka alami ketika bayi, dan juga dapat berkembang menjadi konstipasi fungsional dan retensi usus fungsional. Mayoritas bayi mengalami kesulitan buang air besar atau konstipasi. Kesulitan buang air besar pada bayi dapat sembuh sendiri, terutama disebabkan oleh aktivitas otot-otot yang belum matang dan tidak terkoordinasi, dan oleh karena itu hanya membutuhkan pendidikan orang tua untuk memperbaikinya secara bertahap. Para ahli belum menemukan kelompok plasebo dalam penelitian tentang obat pencahar osmotik, dan juga belum menemukan penelitian tentang minyak mineral dan enema natrium fosfat, yang berhubungan dengan pneumonia sedot lemak pada bayi berusia kurang dari 1 tahun, dan enema natrium fosfat, yang berhubungan dengan gangguan keseimbangan dielektrik, dehidrasi, dan henti jantung pada bayi berusia kurang dari 2 tahun. Rekomendasi terapi lainnya: Asosiasi Gastrointestinal dan Nutrisi Bayi Amerika Utara merekomendasikan gliserin untuk konstipasi akut pada bayi, jus yang mengandung sorbitol untuk mengatasi konstipasi, ekstrak barley malt, sirup jagung, dan laktulosa sebagai pelunak feses, dan enema serta minyak mineral harus dihindari.